Berita Utama

Presiden:

Akselerasi TIK Agar Dirasakan Masyarakat

Bogor: Dengan adanya Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional, diharapkan Indonesia dapat melakukan akselerasi dalam akses teknologi komunikasi dan informasi yang akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu dalam sambutan Peresmian Pembentukan Dewan TIK Nasional, Senin (13/11) siang, di Istana Bogor.

"Masa depan negeri kita akan cerah, kalau dua dunia penting di negeri ini berkembang dengan baik. Yang pertama, education, yang berkaitan dengan human capital. Kedua adalah good governance yang mengelola semua resources dengan baik," tutur Presiden. SBY telah meminta para rektor dari UI, ITB, ITS dan UGM untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam upaya mendirikan pemerintahan yang baik atau good governance.

Presiden berpendapat, Dewan TIK dapat membangun sebuah sistem yang akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi, dan efektivitas fungsi pemerintahan. SBY menggaris bawahi bahwa mengelola kehidupan bernegara harus bertumpu pada sistem dan manajemen yang benar. Juga kepemimpinan yang efektif, merujuk pada UUD dan Undang Undang yang berlaku.

Perkembangan TIK yang sedemikian pesat telah membawa dampak positif dalam peningkatan kinerja di setiap sektor. Mengingat pentingnya peran TIK, para pakar yang tergabung di dalam Tim Pakar dari 4 perguruan tinggi telah menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk mempercepat pembangunan TIK di Indonesia. "Yaitu E-Leadership, kepemimpinan dalam TIK yang dalam praktiknya menuntut komitmen dari para pimpinan pemerintahan, baik dari jajaran pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah, mulai dari gubernur dan seluruh jajarannya. Dan kedua, aspek suprastruktur informasi nasional. Aspek ini diperlukan dalam proses pengambilan keputusan yang senantiasa didasarkan pada informasi yang relevan, terkini, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan," SBY menambahkan sambil menjelaskan rekomendasi yang diajukan oleh rektor-rektor dari UI, ITB,ITS serta UGM.

Masyarakat informasi yang mampu menciptakan, mengakses dan memanfaatkan berbagai pengetahuan yang sedang dikembangkan saat ini adalah upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi dan komunikasi di seluruh dunia. SBY menambahkan bahwa apabila masyarakat Indonesia mampu menangkap arus informasi dan pengetahuan, kita akan maju dengan pesat.

Sasaran Indonesia untuk mewujudkan masyarakat informasi yang berbasis pengetahuan pada tahun 2025 dengan membangun TIK merupakan tantangan yang tidak ringan. Kita harus membangun jaringan komunikasi bagi sekitar 43 ribu desa di tanah air yang saat ini belum memiliki jaringan telekomunikasi tetap. Selain itu untuk 31.173 SMP dan SMA serta 2428 perguruan tinggi. Juga untuk 28.504 pusat - pusat kesehatan. Namun SBY percaya, "Insya Allah, dengan keyakinan, dengan kerja keras dan kerja cerdas, sasaran ini dapat kita capai."

Selain pembangunan jaringan, Indonesia juga masih menghadapi masalah kesenjangan literasi TIK. Untuk mengatasi hal tersebut, SBY meminta kepada semua menteri terkait untuk meningkatkan ketersediaan jaringan dan pemerataan kemampuan penggunaannya dengan bantuan Dewan TIK. (mit)