Berita Utama
Selasa, 14 November 2006, 11:00:33 WIB
Di Cilacap
SBY Resmikan PLTU dan Cagar Alam Geologi Karang Sambung
Presiden SBY, Ibu Ani dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyaksikan maket PLTU Cilacap, Selasa (14/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Di bandara Tunggul Wulung, Presiden dan rombongan disambut GUbernur Jawa Tengah Mardiyanto beserta Muspida Jawa Tengah, selanjutnya menuju PLTU Cilacap melalui jalan darat sekitar 10 menit. Sepanjang perjalanan, SBY disambut oleh pelajar dan rakyat yang mengibarkan bendera merah putih kecil di tangan. Presiden membalasnya dengan membuka kaca dan melambaikan tangannya.
Setiba di PLTU, Presiden disambut tarian barongsai. Menteri ESDM Purnomo Yusgoiantoro dan Menteri BUMN Sugiharto, Dirut PLN Eddie Widiono, dan Bupati Cilacap Probo Yulastoro sudah menunggu di lokasi. PLTU di Cilacap ini memiliki kapasitas 2 x 300 Megawatt, dengan pemanfaatan batu bara (4.800 kalori). Pengoperasian PLTU ini dapat menghemat 1,1 miliar liter BBM per tahun, atau setara Rp 5,1 triliun per tahun uang negara. Proyek ini dibangun sejak tahun 2003, dan tahap pertama selesai tahun 2005. Kemudian pembangunan tahap kedua selesai pada tahun 2006, dengan nilai investasi Rp 4 triliun. PLTU Karang Kadri ini dibangun di atas tanah milik TNI Angkatan Darat di daerah tepi Pantai Selatan, Desa Karang Kandri, Kecamatan Kesugihan, Cilacap.
Selanjutnya, Presiden juga meresmikan kawasan Cagar Alam Geologi Karang Sambung, sebuah kawasan yang banyak diteliti oleh para pakar geologi. Penelitian pertama dilakukan oleh Verbeek tahun 1891, yang berhasil penemukan batuan tua berumur sampai 140 juta tahun.
Cagar Alam Geologi Karang Sambung ini merupakan pertemuan Lempeng Indo Australia dengan Lempeng Asia pada jutaan tahun lalu, yang menghimpun aneka ragam batuan dan struktur geologi tersebar pada wilayah meliputi tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Wonosobo di Provinsi Jawa Tengah. Pergerakan lempeng-lempeng di sini masih terus berlangsung sebagai proses alam, yang diantaranya memunculkan peristiwa gempa bumi dan gunung berapi.
Hingga kini, daerah Karang Sambung banyak diteliti, terutama untuk kepentingan ilmu pengetahuan geologi, khususnya untuk mempelajari geologi di Pulau Jawa dan geologi Indonesia bagian Barat pada umumnya. Dalam peta tektonik dunia, Karang Sambung merupakan salah satu titik yang menjadi bukti tentang sejarah pembentukan muka bumi. Ikut dalam dalam rombongan Presiden, antara lain, Mendagri M. Ma'ruf, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Sutedjo, serta Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, juga Staf Khusus Heru Lelono. (win/mit)



