Berita Utama
Selasa, 14 November 2006, 13:53:07 WIB
Presiden di Cilacap:
Percepatan Pembangunan PLTU Akan Turunkan Biaya Pokok
Cilacap: Percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batubara diharapkan benar-benar akan menurunkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik, ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan saat meresmikan PLTU Karang Kandri di Cilacap dan peresmian Kawasan Cagar Alam Geologi Karang Sambung yang berlokasi di Kebumen, Banjarnegara, Wonosobo, Selasa (14/11)."Dengan adanya percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batubara ini diharapkan benar-benar akan menurunkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik," kata Presiden. "Dengan turunnya biaya pokok penyediaan tenaga listrik akan dapat mengurangi subsidi listrik yang disediakan oleh pemerintah. Dengan demikian tujuan pembangunan sektor tenaga listrik untuk mewujudkan ketersediaan tenaga listrik yang cukup, berkualitas, yang baik dan harga yang wajar bagi seluruh masyarakat, Insya Allah akan dapat tercapai," tambahnya.
"Kalau subsidi menurun maka anggaran yang dimiliki pemerintah terutama dalam APBN akan dapat kita gunakan lebih banyak lagi untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, mengurangi kemiskinan, dan biaya-biaya lain yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Presiden
Presiden menambahkan, pembangunan dua PLTU berbahan bakar batubara di Jawa Tengah, yakni PLTU Cilacap 2x300 MW dan PLTU Tanjung Jati B berkapasitas 1.320 MW pada 14 Oktober lalu, adalah untuk memenuhi ketersediaan listrik Jawa-Madura-Bali. Selain itu juga menunjukkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di sektor kelistrikan. "Kepercayaan ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan energi di tanah air," kata SBY.
Pembangunan PLTU dengan bahan bakar batubara, lanjut Presiden, merupakan upaya bersama untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), seperti diatur dalam Perpres No.71 tahun 2006. "Pemerintah telah menugasi PT PLN (Persero) untuk membangun pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batubara, terutama batubara berkalori rendah, dengan total kapasitas 10.000 MW," kata Presiden.
Pembangkit listrik berbahan bakar batubara ini meliputi 6900 MW sampai dengan 8.900 MW untuk sistem koneksi Jawa-Madura-Bali dan sisanya sebesar 1.011 MW sampai dengan 1.261 MW untuk memenuhi sistem koneksi di luar Jawa-Madura-Bali.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto dalam sambutannya antara lain mengatakan, pembangunan PLTU Karang Kandri ini telah melalui proses yang panjang. "Dengan kerelaan dan dukungan TNI AD yang tanahnya diambil seluas 50 hektar ini sangat membantu pembangunan PLTU ini yang saat ini telah berproduksi. Untuk menciptakan iklim kondusif dan jaminan kemanan yang memadai merupakan satu syarat suksesnya investasi. Kemudahan perijinan, one stop service (OSS) atau pelayanan satu atap dimana tahun 2005 yang lalu kami presentasikan kepada Presiden, dari 35 Kabupaten dan Kota, baru 5 Kabupaten dan Kota yang melaksanakan OSS. Tetapi pada tahun 2006 ini telah bertambah 21 Kabupaten dan Kota yang telah melaksanakan OSS," ujar Madriyanto. "Pemerintah Provinsi memfasilitasi adanya transparansi antara investor dan pemerintah daerah sehingga terjadi keterbukaan dalam pengembangan investasi di daerah," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah RRC melalui Dubes Cina untuk Indonesia Lan Lijun memberikan penghargan kepada tokoh masyarakat atas dukungan dalam pembangunan PLTU. Penghargaan tersebut diberikan, antara lain, kepada Gubernur Jateng Mardiyanto, Bupati Cilacap Probo Yulantoro, dan Dirut PLN Edi Widiyono. Sementara itu, dari Kementerian ESDM memberikan pengahargaan kepada beberapa tokoh masyarakat, yaitu Gubernur Jateng Mardiyanto, Panglima Daerah Militer IV Diponegoro Mayjen Agus Suyitno, Gubernur Sezhuan (RRC) yang diwakili Mr. Fangcung Chen, Konsuler Cina Tan Wei Wen, dan Presiden Chenda Engineering Corporation of Cina Cao Buang.
Usai memberi sambutan, Presiden SBY menekan tombol sirene tanda diresmikannya PLTU Karang Kandri dan Kawasan Cagar Alam Geologi Karang Sambung. Presiden didampingi Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Gubernur Jateng Mardiyanto dan Dirut PT PLN Edi Widiyono. Kemudian Presiden dan rombongan meninjau lokasi PLTU. (win/osa).



