Berita Utama

SBY: Libatkan Masyarakat dalam Konservasi Situs Geologi

Presiden SBY, Ibu Ani dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyaksikan maket Cagar Alam Geologi Karang Sembung di Kabupaten  Cilacap, Jateng, Selasa (14/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY, Ibu Ani dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyaksikan maket Cagar Alam Geologi Karang Sembung di Kabupaten Cilacap, Jateng, Selasa (14/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Cilacap: Jika konsep keterlibatan masyarakat dapat diterapkan dengan baik, terutama dalam pengelolaan situs-situs geologi melalui geowisata dan vulkanologi wisata, maka masyarakat akan dapat merasakan manfaat dari keberadaannya. Hal itu dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (14/11), di Cilacap pada bagian lain sambutannya saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap dan Kawasan Cagar Alam Geologi Karang Sambung, Kabupaten Kebumen, Banjarnegara, dan Wonosobo di Propinsi Jawa Tengah.

“Masyarakat setempat akan memperoleh manfaat sehingga mereka terlibat langsung dalam upaya melindungi kawasan geologi dengan nilai-nilai kearifan lokalnya. Masyarakat akan bertindak sebagai pengawal untuk melindungi cagar alam geologi di daerahnya,” kata Presiden SBY.

Dalam upaya melestarikan dan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) ini, perlu dititikberatkan pada pengelolaan yang berkelanjutan, serta perlindungan atau konservasi. “Mengapa kita perlu melakukan pengelolaan berkelanjutan, perlindungan dan konservasi? Tentu saja dimaksudkan agar kita memperoleh manfaat dari SDA yang kita miliki. Tentu, sekali lagi, tetap menjaganya dari berbagai kerusakan. Dengan cara itu, insya Allah, SDA yang kita miliki akan lestari dan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang, termasuk oleh anak cucu kita di generasi mendatang,” ujar Presiden.

Untuk mewujudkan prinsip pengelolaan berkelanjutan, lanjut SBY, pemerintah telah menyusun berbagai kebijakan. Antara lain, menetapkan kawasan-kawasan tertentu yang dapat dikelola atau dieksploitasi dan kawasan yang harus dilindungi. “Meskipun suatu kawasan telah ditetapkan sebagai kawasan yang harus dikelola, namun bukan berarti dapat dieskploitasi secara semena-mena tanpa memperhatikan aspek daya dukung lingkungan kerusakan lahan dan rehabilitasi,” SBY menambahkan.

Sampai saat ini, pemerintah telah menetapkan sekitar 16,5 juta hektar wilayah daratan dan 3,5 juta wilayah pesisir pantai dan laut sebagai kawasan konservasi. Namun seiring dengan tumbuhnya pembangunan nasional di berbagai sektor yang dibarengi dengan pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi, maka tekanan terhadap SDA menjadi semakin besar.

Hal ini disebabkan oleh masih tingginya tingkat kebutuhan kita semua akan SDA “Kegiatan pertambangan SDA cenderung meningkat dari tahun ke tahun, akibatnya ketersediaan SDA akan terus menyusut, semua temuan cadangan baru relatif berjalan lambat,” tutur Presiden SBY.

Sebelumnya, Menteri Energi dan SDM Purnomo Yusgiantoro memberikan surat keputusan penetapan Cagar Alam Karang Sambung sebagai kawasan yang dilindungi. Kemudian memberikan juga penghargaan kepada tiga orang yang telah berjasa melestarikan batu-batuan dan fosil di Cagar Alam Karang Sambung, yakni Bupati Kebumen H. Yusriningsih, Bupati Wonosobo Muntahar, dan Bupati Banjarnegara Jasmin.

Usai memberikan sambutan, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan melakukan peninjauan ke PLTU Cilacap, selanjutnya menuju Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap untuk bertolak ke Landasan Udara Adi Soetjipto, Yogyakarta, dengan helikopter kepresidenan. Dari sana, Presiden terbang ke Semarang dengan Pesawat Kepresidenan Boeing 757-500. Dijadwalkan pukul 20.00 WIB Presiden akan meresmikan Masjid Agung Jawa Tengah.

Tampak dalam rombongan Presiden, antara lain, Mendagri M. Ma’ruf, Menteri BUMN Sugiharto, Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Sutedjo, Jubir Kepresidenan Andi A. Mallarangeng, dan Staf Khusus Heru Lelono. Juga Gubernur Jateng Mardiyanto dan isteri. (win/mit)