Berita Utama

Diresmikan, Bandara Internasional Juanda

Presiden SBY menekan tombol peresmian terminal Bandara Juanda, Rabu (15/11) siang, disaksikan Menhub Hatta Radjasa, Gubernur Jatim Imam Utomo dan Wakil Dubes Jepang, Satoru Sato. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Presiden SBY menekan tombol peresmian terminal Bandara Juanda, Rabu (15/11) siang, disaksikan Menhub Hatta Radjasa, Gubernur Jatim Imam Utomo dan Wakil Dubes Jepang, Satoru Sato. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Surabaya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (15/11) siang meresmikan terminal pengembangan Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Terminal baru yang megah ini mempunyai luas bangunan 51.500 m2, di atas lahan seluas hampir 400 hektar yang terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Gubernur Jatim Imam Utomo, dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa terminal Bandara Juanda yang baru cukup representatif, tetapi yang masih jadi hambatan adalah akses jalan menuju terminal masih menggunakan jalan alternatif. Diharapkan, pembangunan jalan tol yang langsung menuju ke terminal akan selesai bulan Juli 2007. “Saat ini proses pembebasan lahan sudah mencapai 90 persen. Sedang jalan non tol akan selesai bulan Januari 2007,” kata Imam Utomo.

Terminal baru ini, lanjut Imam Utomo, dirancang untuk menampung penumpang sebanyak 6 juta orang/tahun. “Sedang data saat ini, pada tahun 2005 jumlah penumpang yang melalui Bandara Juanda telah mencapai 8,8 juta orang. Dengan demikian, untuk memenuhi kebutuhan untuk tiga tahun mendatang, beberapa fasilitas terminal lama masih bisa digunakan,” tambahnya.

Sementara Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dalam laporannya antara lain mengatakan, Bandara Internasional Juanda sebagai bandara terbesar setelah Soekarno-Hatta, Jakarta, berfungsi sebagai HUB atau pusat penyebaran yang menghubungkan kawasan barat dengan kawasan timur Indonesia, baik penyebaran penumpang maupun kargo.

“Pertumbuhan yang pesat di sektor transportasi udara nasional menempatkan Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik selain China dan India. Berdasarkan laporan IATA, diprediksi pertumbuhan penumpang di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2006/2007 berkisar 7 persen setelah mengalami pertumbuhan negatif. Sementara di Indonesia pertumbuhan secara nasional berkisar 22 persen/tahun sebagaimana dilaporkan BPS bahwa sektor transportasi mengalami pertumbuhan yang tercepat dibanding sektor lainnya,” kata Menhub.

Presiden SBY dalam sambutan peresmiannya antara lain mengatakan, Bandara Juanda memiliki nilai strategis dalam upaya mengembangkan moda transportasi udara di tanah air, termasuk kota-kota di kawasan timur Indonesia. “Bandara Juanda merupakan salah satu simpul jaringan transportasi yang sangat penting, karena bandara ini menghubungkan kota Surabaya dengan kota-kota lainnya di tanah air. Juga menghubungkan beberapa kota di Asia dan Australia. Sebagai kota kedua terbesar setelah Jakarta, lalu lintas ekonomi, industri, jasa dan pariwisata menjadi faktor pendorong tingginya frekuensi penerbangan di Bandara Juanda,” kata Presiden.

Seusai menekan tombol sebagai tanda peresmian, Presiden SBY, Ibu Ani beserta rombongan meninjau terminal baru antara lain masuk ke ruang administrasi pengelola bandara, meninjau ruang keberangkatan dan ruang kedatangan. Dalam peninjauannya, SBY sempat berdialog dengan para calon penumpang. Hadir pula pada upara peresmian Bandara Juanda ini Wakil Duta Besar Jepang, Satoru Sato, yang mewakili Dubes Jepang untuk Indonesia, Shin Ebihara.

Tampak dalam rombongan Presiden saat meresmikan Bandara Juanda antara lain Menhub Hatta Rajasa, Meneg BUMN Sugiharto, Mendagri M.Ma’ruf, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Sutedjo, Karumga Ahmad Rusdi, Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, dan pimpinan Komisi 5 dan 6 DPR-RI. (nas)