Berita Utama

MUI Bersilaturahmi dengan Presiden

Kedatangan Bush Tidak Untuk Mendikte Indonesia

Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diwakili oleh Ketua Umum Sahal Mahfudh dan Ketua Umar Shihab serta beberapa pengurus lainnya menemui Presiden SBY di Kantor Presiden, Kamis (16/11) siang. Menurut Sahal Mahfudh, silaturahmi ini berkaitan dengan rencana kunjungan Presiden AS George W.Bush, 20 November mendatang.

Usai pertemuan, Umar Shihab memberi keterangan pers. "Dalam pertemuan tadi oleh Presiden SBY disebutkan bahwa kedatangan Presiden Bush adalah kunjungan balasan dari kunjungan Presiden SBY ke Amerika Serikat. Dan agenda yang akan dibicarakan tidak ditentukan oleh Presiden Bush, tetapi oleh Presiden SBY," katanya.

Dalam agenda itu jelas sekali dikemukakan, lanjut Umar, bahwa itu untuk kepentingan bangsa dan negara. "Selama ini banyak yang salah kaprah, banyak yang mengira bahwa kedatangan Bush akan mendikte pemerintah RI. Dalam agenda itu disebutkan akan dibicarakan masalah kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, pendeteksian dini tsunami, dan pengembangan teknologi," Umar Shihab menambahkan.

Umar menegaskan lagi bahwa semua ini untuk kepentingan bangsa dan negara. "Dalam pembicaraan dengan Presiden SBY telah disinggung adanya usaha-usaha untuk melakukan kegiatan demonstrasi. Oleh Bapak Presiden disebutkan bahwa demonstrasi tidak dilarang, dimana-mana terjadi demonstrasi bila Presiden Bush datang. Tapi yang sangat disesalkan kalau dalam demonstrasi itu terjadi hal-hal yang destruktif. Karena itu MUI telah menyatakan bahwa bisa memahami demo-demo yang dilakukan oleh umat Islam, tetapi tidak menyetujui kalau didalam demonstrasi itu terjadi pengrusakan dan kekerasan. Diharapkan kalau toh terjadi demonstrasi dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang ada," ujar Umar.

Hadir pula dalam silaturahmi MUI dengan Presiden itu Menko Kesra Aburizal Bakrie, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan Juru Bicara Presiden Andi A.Mallarangeng. (nnf)