Berita Utama

Besok, SBY ke Hanoi untuk Hadiri Sidang ke-14 APEC

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara serta rombongan akan bertolak ke Hanoi, Vietnam, dengan pesawat kepresidenan B 737-500 GIA, Jumat (17/11) pagi, untuk menghadiri pertemuan para pemimpin ekonomi APEC (Asia-Pacific Economic Corporation) ke-14 yang berlangsung pada 17-19 November 2006. Hal itu dikatakan Jubir Presiden Dino Patti Djalal, Kamis (16/11) siang, dalam keterangan persnya di ruang pers Kantor Kepresidenan Jakarta.

"Besok malam beliau dijadwalkan akan memberikan pidato di APEC CEO Summit, lalu pada 18 November menghadiri pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin ekonomi Asia Tenggara yang anggota APEC dengan Presiden Amerika Serikat George W. Bush. Selain itu, Presiden SBY juga akan menghadiri berbagai pertemuan lainnya dengan para pemimpin ekonomi APEC di National Convention Centre (NCC), termasuk dengan APEC Business Advisory Council (ABAC)," kata Dino

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY dijadwalkan mengadakan dialog dan satu meja dengan PM Jepang Shinzo Abe, PM Thailand Surayud Chulanont, dan Wakil Presiden Peru Luis Giampietri Rojas. Jadi itu rencana formatnya, para pemimpin ekonomi APEC dibagi-bagi dalam beberapa meja, dimana setiap meja ada empat pemimpin. Lalu, diskusi dengan business leaders yang telah ditentukan oleh ABAC selama kurang lebih satu jam. Hari terakhir (19/11) pertemuan para pemimpin ekonomi APEC, diakhiri dengan pembacaan 'Leaders’ Declaration' oleh Presiden Vietnam H.E.Mr.Nguyen Minh Triet," ujar Dino.

"Ada tiga agenda yang akan dibahas pada sidang ke-14 APEC ini. Pertama, bagaimana memajukan Free Trade and Investment yang memang merupakan salah satu tujuan dari APEC, sesuai dengan Bogor Goals yang dicanangkan tahun 1954. Lalu kedua, dibahas soal Enhancing Human Security, bagaimana memajukan keamanan manusia, yang mencakup berbagai isu, misalnya terorisme, flu burung, HIV/AIDS, bencana alam, dan energy security. Agenda ketiga adalah bagaimana membangun peran Usaha Kecil Menengah (UKM), korupsi dan anti korupsi, dan perang," Dino menambahkan. (win)