Berita Utama
Sabtu, 18 November 2006, 13:20:33 WIB
Pertemuan Bilateral RI - Singapura
Bahas Kawasan Ekonomi Khusus Batam, Bintan dan Karimun
Presiden SBY dan PM Singapura Lee Hsien Loong, Sabtu (18/11) pagi sebelum melakukan pertemuan bilateral kedua negara, di Hanoi, Vietnam. (foto: abror/presidensby.info)
Dalam pertemuan Bilateral dengan PM Singapura, Presiden didampingi Menko Perekonomian Boediono, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Menlu Hassan Wirajuda, Mendag Mari E. Pangestu, Kepala BKPM M. Lutfi, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Primo Alui Joelianto, serta dua Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.
Pertemuan bilateral ini membahas laporan Joint Steering Committee mengenai Special Economic Zone. “Pada dasarnya pertemuan ini adalah lanjutan dari laporan tentang Join Steering Committee dari kerjasama ekonomi Batam, Bintan dan Karimun. Pada saat kami melaporkan hal ini pada bulan September awal, ada ínstruksi untuk melaporkan lagi di bulan November ini dalam kaitannya dengan APEC 2006,” kata Boediono usai mendampingi Presiden SBY.
“Yang dibicarakan adalah mengenai perbaikan proses dari investasi yang dapat dilakukan dengan pembentukan pelayanan terpadu, pembentukan investor relation unit yang akan menampung keluhan-keluhan yang sekarang ini sedang berjalan. Dilaporkan juga perbaikan proses imigrasi agar lebih cepat dilakukan,” lanjutnya.
Dibahas pula dalam pertemuan bilateral ini, lanjut Boediono, masalah kerjasama di bidang pendidikan atau training. “Akan diadakan pelatihan untuk para pejabat atau administrasi di kawasan ekonomi khusus ini bersama-sama dengan Singapura untuk meningkatkan kemampuan mereka. Selanjutkan akan diadakan training kerja bagi para buruh, kerjasama untuk melatih tenaga-tenaga yang nantinya merupakan input bagi para investor dengan mendayagunakan Batam Politeknik,” ujar Boediono.
“Kemudian masalah marketing juga dibahas, bagaimana caranya mempromosikan bersama kawasan ini. Sudah ada beberapa kegiatan yang disusun seperti menyiapkan brosur-brosur bersama untuk disebar,” lanjut Boediono. Kepala BKPM M.Lutfi menambahkan, sudah ada 37 proyek yang besarnya kira-kira sampai 90 juta dollar AS. “Ini sudah menciptakan 10.700 tenaga kerja baru,” kata Lutfi.
Usai pertemuan bilateral dengan pemerintah Singapura, Presiden SBY selanjutnya menghadiri APEC Economic Leaders’ Retreat I di National Convention Center, Hanoi. (osa)



