Berita Utama

Hasil Pertemuan Tujuh Negara Asteng Dengan Amerika Serikat

Hanoi, Vietnam: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keenam Kepala Negara/Kepala Pemerintahan Asia Tenggara menyambut baik hubungan erat antara Amerika Serikat dengan Asia Tenggara. Diharapkan pula hubungan AS di Asteng dan dengan ASEAN dapat terus ditingkatkan. Hal tersebut dikatakan Jubir Kepresidenan Bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal mengenai hasil pertemuan antara negara-negara Asia Tenggara anggota APEC dengan AS kepada wartawan, Sabtu (18/11) petang di Hotel Horison usai mengikuti serangkaian kegiatan Presiden SBY di National Convention Center, Hanoi.

”Para pemimpin itu memberikan apresiasi yang besar terhadap berbagai aspek kerjasama baik ekonomi, perdagangan, investasi, sosial budaya, pendidikan yang selama ini diberikan oleh AS,” kata Dino. ”Situasi di Doha juga turut dibahas, dan ini merupakan satu tema yang cukup banyak menyita perhatian. Pada umumnya para pemimpin Asteng dan Presiden Bush setuju bahwa segala usaha harus dimaksimalkan untuk menjaga agar Doha Round itu tidak kandas dan dapat terus dijalankan dan dihidupkan kembali agar dapat tercapai suatu kesepakatan yang berimbang antara negara maju dan negara berkembang,” lanjut Dino.

Semua pemimpin menyatakan kekhawatirannya bila Doha Round ini gagal, karena hal itu akan berdampak besar bagi perkembangan ekonomi dunia termasuk ekonomi negara berkembang. ”Jadi ada kepentingan bersama untuk berusaha agar Doha Round ini dijalankan terus. Perlu dicatat, bagi AS waktunya terbatas, karena waktu yang diberikan kongres hanya sampai bulan Juli 2007,” tegas Dino.

”Selain itu, banyak pula perhatian pada masalah pendidikan. Ada satu usulan dari PM Malaysia Abdulah Badawi agar antara negara-negara ASEAN dan AS diadakan suatu pertemuan antar pemuda. Dan ide ini disambut baik oleh Presiden Bush,” kata Dino. Virus flu burung juga dibahas dan disepakati bahwa negara-negara kawasan perlu terus bekerja sama untuk mengatasi virus flu burung dan AS akan membantu.

Dalam pertemuan tersebut dinyatakan pula harapan agar AS menandatangani perjanjian perdamaian ASEAN. ”AS adalah negara yang belum mau menandatangani perjanjian itu dan tadi kembali dihimbau agar AS mau menandatangani perjanjian yang memang sangat penting bagi ASEAN. Semua pemimpin menyambut baik perayaan 30 tahun hubungan ASEAN dengan AS sebagai mitra yang akan terjadi tahun depan,” tambah Dino.

Sementara itu, Presiden SBY berbicara mengenai perlunya dilakukan terobosan dan menjaga momentum Doha Round karena sangat penting bagi negara-negara berkembang dan bagi ekonomi dunia. ”Presiden juga menyampaikan pentingnya kerjasama dalam rangka keamanan energi dan untuk masalah Korea Utara agar segera diselenggarakan six-party talks yang sudah disetujui Korut,” kata Dino. Dalam pernyataannya Presiden SBY menekankan pentingnya kerjasama dibidang bencana alam khususnya tsunami dan juga pentingnya kerjasama memerangi korupsi di Asteng dan secara internasional. (osa)