Berita Utama
Selasa, 21 November 2006, 12:00:40 WIB
Di Istana Bogor
Presiden Tutup Konferensi Dewan Ketahanan Pangan Nasional
Presiden SBY menyerahkan trofi penghargaan pada acara penutupan Konferensi Dewan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional 2006, di Istana Bogor, Selasa (21/11) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Konferensi bertemakan "Optimalisasi Peran Lembaga Ketahanan Pangan di Daerah Dalam Melaksanakan Kebijakan Umum Ketahanan Pangan" ini dimulai tanggal 18 November lalu, diikuti oleh Gubernur, Bupati dan anggota pleno Dewan Ketahanan Pangan Nasional.
Hadir pula pada acara penutupan konferensi ini antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menteri Pertanian Anton Apriyantotno, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Menteri Dalam Negeri M. Ma'ruf, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Seskab Sudi Silalahi, Kepala Bappenas Paskah Suzetta serta jubir Andi Mallarangeng.
Acara penutupan diawali dengan laporan Mentan Anton Apriyantono mengenai kegiatan Dewan Ketahanan Pangan. Menurutnya, UU No. 7 tahun 1996 tentang pangan mengamanatkan pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab untuk meningkatkan ketahanan pangan. "Karena itu penghargaan yang akan kita serahkan ini merupakan perwujudan pengakuan pemerintah atas komitmen partisipasi, peran aktif dan prestasi berbagai komponen masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan," ujar Anton yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan.
Kemudian Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X membacakan hasil kesepakatan peserta konferensi, yang isinya antara lain, Dewan Ketahanan Pangan akan turut memperkuat upaya menurunkan tingkat kemiskinan dan kelaparan, sekurang-kurangnya 1 persen/tahun. Juga memantapkan upaya-upaya diversifikasi pangan yang seimbang, yang sesuai dengan keadaan lokasi. "Juga melaksanakan pengamatan dini kerawanan pangan daerah serta mengembangkan cadangan pangan daerah untuk mengantisipasi krisis pangan," kata Sri Sultan. "Kami juga menjaga ketersediaan pangan melalui upaya peningkatan produksi dan produktivitas bahan pangan hewani dan nabati, serta mengembangkan desa mandiri pangan. Selain itu juga memantapkan kelembagaan Dewan Ketahanan Pangan, dan meningkatkan pendidikan peningkatan pangan, serta mengharapkan dewan ketahanan pangan untuk membuat indikator ketahanan pangan indonesia di tahun 2015," lanjut Sri Sultan membacakan kesepakatan.
Presiden SBY, didampingi Menteri Pertanian, kemudian menyerahkan Penghargaan Ketahanan Pangan berupa trofi dan piagam secara simbolis kepada 29 perwakilan daerah yang dibagi menjadi 7 kategori, yaitu yang berasal dari aparat lembaga pemerintah propinsi , aparat lembaga pemerintah kabupaten/kota, kelompok masyarakat dalam pembangunan ketahanan pangan (pemberdayaan kesejahteraan keluarga), kelompok masyarakat dalam pembangunan ketahanan pangan (lumbung pangan), dalam pembangunan ketahanan pangan (lembaga keagamaan), kelompok tani dalam pembangunan ketahanan pangan serta penyuluh/pejabat fungsional dalam pembangunan ketahanan pangan.
Penghargaan diberikan kepada 4 gubernur, masing Gubernur Sulsel Amin Syam, Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, Gubernur Kalbar Usman Ja'far dan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad. Bupati yang menerima penghargaan antara lain Bupati Tanah Laut (Kalsel), Adriansyah, Bupati Banyumas (Jateng) Aris Sutiono, Bupati Buru (Maluku) Husni Hentihu, serta Bupati Siak (Riau) Arwin AS.
Diharapkan dengan pemberian Penghargaan Ketahanan Pangan yang sudah dirintis sejak tahun 1979 ini, selain dapat memotivasi petani/kelompok tani, juga mampu menjadikan kelembagaan masyarakat yang tangguh dan mandiri dalam mengelola usahanya masing-masing. Setelah pembacaan doa oleh Kepala Departemen Agama Bogor, Surodji, serta ramah tamah, Presiden beserta rombongan meninggalkan lokasi pada pukul 11.30 WIB. (mit)



