Berita Utama

Presiden Jelaskan Lagi Solusi untuk Penyelesaian Irak

Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat memberi sambutan pada acara Penutupan Sidang Pleno Konferensi Dewan Ketahanan Pangan tingkat Nasional di Istana Bogor Selasa (21/11) pagi mengulang lagi salah satu hasil pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikta, George W. Bush, di tempat yang sama, sehari sebelumnya.

"Kemarin sore (Senin 20/11 -Red), Presiden AS berkunjung ke tempat ini. Yang jelas banyak yang kita bicarakan untuk meningkatkan kerja sama di antara kedua negara, di bidang kesehatan, pendidikan, teknologi, energi, penanganan bencana alam, investasi, perdagangan dan lain-lainnya," tambah SBY.

"Selain itu, saya telah mengajukan usulan terhadap penyelesaian dan pengentasan masalah di Irak. Ada tiga usulan atau solusi. Yang pertama adalah, yang paling berkepentingan terhadap nasib dan masa depan Irak adalah bangsa Irak itu sendiri. Oleh karena itulah, pilar utama, harus ada rekonsiliasi nasional, dan tidak boleh terpecah-pecah seperti sekarang ini. Selain itu, baik tentara Amerika Serikat atau dari negara lain tidak bisa selamanya di sana, karena akan mengundang lebih banyak konflik. Harus ada kekuatan atau tentara perdamaian dari negara Muslim yang baru dalam pemeliharaan keamanan. Dan yang terakhir harus ada rekonstruksi supaya Irak tidak cemas dalam menghadapi masa depannya," jelas SBY. "Saya berharap dengan adanya usulan solusi tersebut, apabila didengar oleh Amerika dan negara-negara lain, dapat segera menyelesaikan masalah yang terjadi di Irak," lanjut Presiden.

Mengeni sejarah Istana Bogor sendiri, kepada peserta Konferensi Dewan Pangan dan para undangan, SBY mengatakan bahwa banyak peristiwa bersejarah juga terjadi di Istana Bogor. "Antara lain, di sini juga pernah dilangsungkan Jakarta Informal Meeting untuk melakukan rekonsiliasi guna mengakhiri konflik di Kamboja," kata SBY.

Acara penutupan konferensi Dewan pangan Nasional dihadiri sekitar 300 undangan. Tampak pula antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menteri Pertanian Anton Apriyantotno, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Menteri Dalam Negeri M. Ma'ruf, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Seskab Sudi Silalahi, Kepala Bappenas Paskah Suzetta serta jubir Andi Mallarangeng. (mit)