Berita Utama
Rabu, 22 November 2006, 13:30:56 WIB
Presiden:
Indonesia Akan Terus Ikut Pelihara Perdamaian Dunia
Presiden SBY memberi sambutan pada acara pembukaan Pameran Pertahanan di Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
“ Kita telah berkontribusi dalam pemeliharan perdamaian internasional, seperti yang baru saja kita lakukan dengan mengirim pasukan pemeliharaan perdamaian di Lebanon. Kita juga telah menyumbangkan dan menggelar pasukan perdamaian di lima wilayah seperti, Bosnia, Kongo, Georgia, dan Sudan. Kita akan terus memberikan kontribusi di belahan dunia, untuk sekali lagi mengatasi konflik dan memelihara perdamaian di kawasan internasional, selain itu kita juga melaksanakan operasi militer untuk perang, dan ke depan kita akan sangat sering melaksanakan yang kita sebut operasi militer selain perang,” tambah Presiden.
Menurut Presiden, arah dan kebijakan dasar yang telah kita tentukan dan gariskan dalam rangka modernisasi dan pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI), adalah kemampuan minimal yang diperlukan. "Kemampuan minimal ini bisa dikembangkan, dan bisa melaksanakan tugas mempertahankan kedaulatan negara dan kepentingan nasional yang lain, apabila keadaan negara berubah dan kita menghadapi ancaman yang nyata," lanjutnya.
"Setiap pemikiran dan kegiatan yang mengait pada perkembangan, kemampuan pertahanan keamanan negara kita, mesti kita ingat kembali, apa peran dan tugas yang kita lakukan, baik pihak pemerintah, Polri dan TNI, maupun industri nasional kita. Peran dan tugas itu adalah mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan juga keselamatan bangsa,” tambah Presiden.
Hadir pada acara pembukaan pameran pertahanan ini antara lain Menko Polhukam Widodo A.S., Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri BUMN Sugiharto, Menpan Taufik Effendi, Menbudpar Jero Wacik, Menteri PU Djoko Kirmanto, Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Seskab Sudi Silalahi, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kapolri Sutanto, dan juru bicara Presiden Andi A. Mallarangeng.
Pameran Internasional Industri Pertahanana yang kedua ini, berlangsung mulai tanggal 23 s/d 25 November 2006 diikuti lebih dari 400 perusahan dari 37 negara. Beberapa peserta antara lain Sukhoi, Daewoo, Bae Systems, Roll-Royce, PINDAD, Fincantieri, Indadi Setia, Arsenal, Brahmos, Sentra Surya Eka Jaya, Kazan, Kuantan Utama, LG Aviation , Airod. Beberapa negara yang membuka pavilion antara lain Jerman, Polandia, Ceko, Perancis, India, Indonesia, Belanda, Singapura, Malaysia, Rusia, dan Korea Selatan. (win)



