Berita Utama

Terus Pantau Luapan Lumpur Sidoarjo

SBY Nyatakan Prihatin dan Belasungkawa atas Jatuhnya Korban Jiwa

Presiden SBY saat menyatakan prihatin dan menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban pada ledakan pipa gas di lokasi luapan lumpur Sidoarjo, didampingi Seskab Sudi Silalahi dan jubir Andi Mallarangeng, Kamis (23/11) siang. (foto: anung/presidensby.inf
Presiden SBY saat menyatakan prihatin dan menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban pada ledakan pipa gas di lokasi luapan lumpur Sidoarjo, didampingi Seskab Sudi Silalahi dan jubir Andi Mallarangeng, Kamis (23/11) siang. (foto: anung/presidensby.inf
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut prihatin dan menyatakan belangsukawa atas musibah ledakan pipa gas yang terjadi di genangan lumpur panas Sidoarjo, yang menimbulkan korban jiwa. Keprihatinan Presidens SBY disampaikan hari Kamis (23/11) siang, sesat sebelum memimpin Rapat Terbatas Kabinet, di Kantor Kepresidenan.

“ Saya betul –betul prihatin dan turut belangsukawa atas meninggalnya korban jiwa. Mereka meninggal dalam menjalankan tugas. Tadi malam saya telah menerima laporan, dan sesungguhnya kita telah mulai bekerja. Tadi pagi dan beberapa saat yang lalu, saya juga berkomunikasi dengan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Saya memantau terus musibah ini,“
ujar Presiden SBY

“ Saat ini, ada empat menteri yang berada di lokasi. Saya beri tugas untuk melihat langsung keadaan lebih dekat, kemudian mengambil langkah-langkah yang perlu agar situsinya tidak lebih buruk lagi. Menyantuni mereka yang meninggal dalam tugas ini, dan terus mencari korban lagi yang belum ketemu. Dan nanti sore, tim pengarah akan menghadap dan memberikan laporan pada saya, dan akan saya lakukan sidang kabinet khusus untuk mengambil langkah – langkah segera. Saya juga minta kepada masyarakat tempat terjadinya luapan Lumpur untuk memberikan laporan yang terbuka dan obyektif. Dengan demikian kita bisa mengambil langkah – langkah yang tepat, ” ujar Presiden SBY

“Saya juga telah mendapatkan penjelasan, sesungguhnya lumpur itu telah dialirkan ke Kali Porong, sehingga tidak lagi membahayakan keselamatan penduduk di sekitarnya. Ada persoalan teknis yang saya terima tiga hari lalu, bahwa lumpur dengan kekentalan yang cukup tinggi ternyata tidak mudah untuk dialirkan melalui pipa. Untuk itu saya minta dikembangkan tekniknya seperti apa, dicampur air misalnya, sehingga lebih mudah didorong, dikanalisasikan, lalu kita bisa salurkan ketempat penyaluran itu, sesuai rencana kita. Kontrol semua itu agar tidak menimbulkan masalah lain,” kata Presiden SBY. (win)