Berita Utama
Kamis, 23 November 2006, 16:26:38 WIB
Ke Jepang dan Rusia
Suatu Kehormatan, Presiden akan Diterima Kaisar Akihito
Jakart : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan bertolak menuju Jepang tanggal 26 November 2006. Di Jepang, Presiden antara lain akan melakukan kunjungan kenegaraan pada Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko Soda di tanah kekaisaran, yang akan dilanjutkan jamuan santap malam di Istana Kekaisaran. Demikian dikatakan Jubir Presiden, Dino Patti Djalal, kepada wartawan Kamis (23/11) sore..Menurut Dino, kunjungan khormatan kepada Kaisar Akihito ini merupakan kehormatan bagi indonesia, karena kunjungan kenegaraan di Jepang hanya dilakukan 2 kali setahun. "Jadi indonesia adalah satu dari dua negara yang mendapat kehormatan kunjungan kenegaraan." Sebelum ke Jepang, Presiden beserta rombongan akan singgah dahulu di Makassar untuk melakukan kunjungan kerja.
Tanggal 27 November, Presiden SBY akan bertemu dengan anggota Japan Indonesia Association (Japindo), serta menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari Keio University di bidang media dan pemerintahan. "Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan mengadakan pertemuan dengan beberapa pengusaha Jepang, serta beberapa menteri Jepang, diantaranya Menteri Ekonomi dan Menteri Luar Negeri pada tanggal 28 November 2006, disusul dengan pertemuan Presiden RI dengan Perdana Menteri Jepang yang baru, yaitu Shinzo Abe dan kemudian diadakan pernyataan pers bersama dan serta jamuan santap malam. Indonesia juga merupakan pimpinan pertama yang diterima sebagai tamu negara setelah pembentukan kabinet baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe," lanjut Dino.
Fokus dari kunjungan ke Jepang ini adalah membahas mengenai masalah - masalah ekonomi. "Akan dibahas mengenai bagaimana memajukan kerjasama investasi dan perdagangan Indonesia, termasuk dalam konteks pembicaraan tsunamic partnership agreement yang sekarang dirintis antara indonesia dan Jepang, dan juga tindak lanjut dari apa yang dinamakan Strategic Investment Action Plan (SIAP) . Juga akan dibahas masalah - masalah kerja sama energi, penanganan bencana alam dan avian influenza, serta kerjasama di bidang infrastruktur ekonomi," kata Dino. Ditambahkan, pembicaraan dengan PM Abe juga akan fokus pada masalah global dan regional, misalnya mengenai kerja sama di asia timur dan juga mengenai korea utara, terorisme dan juga dewan keamanan PBB.
Keesokan harinya, pada tanggal 29 November, Presiden SBY beserta rombongan akan dilepas secara resmi oleh Kaisar dan Permaisuri, dan bertolak menuju St. Petersburg. Selama di St. Petersburg, Presiden akan melakukan berbagai kunjungan di sana. Dan kemudian pada tanggal 30 November, Presiden akan berangkat menuju Moskow.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tanggal 1 Desember 2006, dan akan menyaksikan penandatangan beberapa MoU antara RUsia dengan Indonesia. "Pada saat ini dapat disampaikan MoU mengenai kerjasama teknis bilateral militer, ada juga MoU mengenai kerja sama melawan terorisme, MoU di bidang eksplorasi dan penggunaan outerspace for peace purposes, dan juga ada MoU lain mengenai kerjasama mliter Indonesia - Rusia untuk periode 2006 - 2010. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memberikan bobot substansi yang lebih besar kepada apa yang dinamakan dengan joint declaration of friendly and partnership relation between Rusia and Indonesia," jelas Dino kepada para wartawan.
Selama di Moskow, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan serangkaian pertemuan yang akan didukung dan disponsori oleh KADIN. Presiden akan kembali ke tanah air pada tanggal 2 Desember 2006, dan pada tanggal 3 Desember akan menerima kunjungan dari Presiden Republik Korea, Roh Moo-Hyun. Bersama Presiden Korea, Presiden SBY direncanakan akan ada menandatngani Deklarasi Kemitraan Bersama RI dan Republik Korea. (mit)



