Berita Utama
Jumat, 24 November 2006, 16:00:12 WIB
Buka Muktamar IDI dan IIDI
Presiden: Wujudkan Indonesia Sehat
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa kita perlu membangun kesadaran dan cita - cita bersama yaitu cita - cita mewujudkan Indonesia sehat yang hanya akan dapat dicapai jika masyarakat dapat mandiri untuk hidup sehat. “ Oleh karena itu kita harus mempunya tekad yang kuat untuk menyehatkan masyarakat di seluruh tanah air. Prioritas menyehatkan masyarakat diarahkan pada pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin, pelayanan kesehatan ibu dan anak, penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana, dan pengembangan serta pendayagunaan tenaga kesehatan, “ demikian disampaikan Presiden dalam pembukaan Muktamar ke 26 IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan Muktamar ke 17 IIDI (Ikatan Isteri Dokter Indonesia), di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/11) siang.Kata Presiden, kesehatan merupakan salah satu bagian dari hak asasi manusia. “ Kesehatan sebagai hak asasi manusia mengandung kewajiban bagi kita semua untuk menyembuhkan orang yang sakit menjadi sehat. Kita pun harus berupaya untuk mempertahankan yang sehat agar tetap menjadi sehat. Sebagaimana kata pepatah, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kesehatan sangat berperan penting dalam menunjang kegiatan sehari – hari, “ kata Presiden.
“ Kesehatan memungkinkan setiap orang dapat hidup secara produktif, secara sosial maupun secara ekonomis. Tidaklah berlebihan jika dinyatakan bahwa kesehatan sesungguhnya merupakan investasi yang sangat besar bagi kehidupan manusia, kehidupan kita semua, “ lanjut Presiden.
Presiden juga menjelaskan bahwa kesehatan sebagai investasi berkaitan erat dengan indeks pembangunan manusia, human development indeks. Indeks pembangunan manusia merupakan gabungan dari unsur ekonomi, pendidikan dan kesehatan. "Ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang baik menunjukkan kualitas pertumbuhan pembangunan suatu bangsa. Di sektor kesehatan, salah satu ukuran yang digunakan dalam menghitung indeks pembangunan manusia adalah umur harapan hidup. Meskipun dalam perkembangannya human development indeks atau quality life of the people, disamping tiga ukuran itu, sekarang ditambah lagi dengan quality of the environment, dimana manusia hidup dan tinggal di belahan planet kita ini," tambahnya.
“ Pemerintah berupaya memberikan perhatian yang sungguh - sungguh agar dapat meningkatkan umur harapan hidup bagi seluruh rakyat di tanah air kita. Hal ini tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional. Salah satu upaya meningkatkan umur harapan hidup adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mencapai sasaran – sasaran peningkatan sesuai yang kita harapkan bersama. Beberapa sasaran dalam pembangunan kesehatan itu antara lain, yaitu meningkatnya umur harapan hidup dari 66,2 tahun menjadi 70,6 tahun," jelas Presiden.
“ Karena itulah, maka saya berpendapat sebagai contoh perwira TNI yang dulu pensiun usia 55 tahun, menurut saya sekarang terlalu muda untuk pensiun. Mungkin 60 tahun. Demikian juga yang lain, karena masih segar, matang, berpengalaman dan bijak. Sayang kalau dipensiunkan terlalu dini. Demikian juga cabang profesi yang lain, yang bekerja di jajaran pemerintah. Ini sebagai contoh bahwa umur harapan hidup makin meningkat dan makin baik di negeri kita, “ kata Presiden. (nnf)



