Berita Utama
Sabtu, 25 November 2006, 19:30:29 WIB
Dicanangkan di Maros, Sulsel
Hari Gerakan Nasional Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat
Presiden SBY dan Ibu Ani melepas kupu-kupu langka usai pencanangan Hari Gerakan Nasional Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tahun 2006, di Desa Bantimurung, Kecamatan Kalabbirang, Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu (25/11) sore. (foto: a.tohir/presidensb
Dalam laporannya, Gubernur Sulsel Amin Syam mengatakan, kawasan Bantimurung ini adalah kawasan Taman Nasional yang merupakan warisan dunia. “Selain itu atas kehadiran Presiden SBY hari ini, merupakan kegembiraan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Maros, setelah hampir dua bulan peringatan Gerakan Nasional Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Tahun 2006 yang dipusatkan di Bantimurung tertunda,” kata Amin Syam
“Di Sulsel ada tiga etnis, yang kesemuanya itu sudah mempunyai kebiasaan dalam bergotong royong, misalnya didaerah Kab. Enrekang dinamakan Kombong, di etnis Makassar istilahnya Akkio, dan di etnis Bugis disebut Tudang Sipulung,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Presiden SBY mengatakan bahwa dalam era globalisasi ini, gotong royong ini masih sangat diperlukan. “Oleh karena itu saya berikan penghargaan kalau kita masih ingin menjalankan gerakan kesetiakawanan ini, solidaritas ini, gotong royong ini. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, agar permasalahan-permasalahan social dan permasalahan lokal dapat kita pecahkan bersama-sama,” kata Presiden SBY.
“ Banyak yang meramalkan dengan globalisasi negara – negara akan cepat makmur.Tapi kenyataannya tidak demikian. Globalisasi tidak serta merta membikin kemiskinan berkurang, membuat pengangguran berkurang, kesejahteraan meningkat, kecuali negara – negara yang dengan cerdas mengambil sesuatu yang berguna untuk bangsanya. Kita dianjurkan dalam globalisasi ini meningkatkan teknologi kita. Dari kerjasama negara lain, kita bisa menambah modal kita, investasi kita. Dengan kerjasama dengan negara lain, kita bisa mengambil pelajaran yang yang baik, manajemen dan lain – lain, tetapi kita tetap membentengi diri kita dari perilaku yang nilai – nilainya tidak cocok dengan kehidupan berbangsa kita,” katanya.
“ Kita telah membangun bertahun – tahun sejak kemerdekaan kita, tujuannya tiada lain adalah agar kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air dapat meningkat. Rakyat dinamakan sejahtera apabila kebutuhan hidup makin dipenuhi , hak-hak dasarnya makin dapat ditingkatkan. Kebutuhan hidup dan hak dasar masyarakat tiada lain adalah kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan , kesehatan, rasa aman, energi, dan lain- lain, yang memang untuk menjalankan kehidupan sehari – hari,” ujar Presiden SBY.
Usai memberikan sambutan, Presiden SBY melakukan dialog bersama kelompok tani, nelayan, pengusaha UKM, yang dipandu Gubernur Sulawesi Selatan H. Amin Syam. Selanjutnya Presiden SBY didampingi Ibu Negara, melepas spesies kupu-kupu langka, dan menanam pohon ebony, dan mengakhiri kunjungannya di Bantimurung dengan melihat langsung air terjun yang indah, kemudian bertolak ke Makassar, dimana Presiden SBY dan rombongan menginap.
Selain didampingi Ibu Negara, dalam kunjungannya ke Sulsel ini Presiden didampingi antara lain Mendagri M.Ma’ruf, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Sutedjo, Karumga Ahmad Rusdi dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (nas/win)



