Berita Utama

Presiden di Maros, Sulsel

Kita akan Bangun Pembangkit Listrik di Jawa dan Luar Jawa

Presiden SBY dan Ibu Ani dan rombongan berjalan di Taman Nasional Bantimurung, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu  (25/11) sore. (foto: anung/presidensby.info).
Presiden SBY dan Ibu Ani dan rombongan berjalan di Taman Nasional Bantimurung, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu (25/11) sore. (foto: anung/presidensby.info).
Maros : Dalam tiga sampai empat tahun kedepan, kita telah mencanangkan dan memulai program tambahan pembangunan listrik dengan menggunakan tenaga uap yang bersumber dari batubara. Jumlahnya akan mencapai sekitar 10.000 Megawatt. Atau kenaikan sekitar 40 % dari jumlah listrik yang ada. Pembangkit listrik itu akan dibangun di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa.

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (25/11) sore, saat menjawab pertanyaan salah seorang penanya soal masih kurangnya pasokan listrik di desanya, dalam acara dialog pada peringatan Gerakan Nasional Bulan Bhakti Gotong Royong Tahun 2006, di Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Dikatakan oleh Presiden, memang pasokan listrik masih belum cukup dibandingkan dengan kebutuhan yang terus naik tiap tahunnya. “Kita akan membangun terus untuk menambah daya listrik, dengan transmisi yang baik, sehingga diharapkan makin bertambah kemampuan kita. Dengan demikian kekurangan listrik kita kian hari makin sedikit. Itulah yang akan kita lakukan. Tapi yang perlu diketahui oleh rakyat Indonesia, bahwa untuk itu dibutuhkan anggaran yang cukup besar, memerlukan teknologi cukup canggih. Yang yang jelas, kita sudah pahami itu semua, dan itulah yang kita jalankan,” tambahnya.

Menjawab pertanyaan lain soal sulitnya modal bagi pengusaha kecil, Presiden SBY mengatakan, “Kita ingin yang tumbuh bukan hanya usaha atau bisnis yang besar saja, tetapi juga yang menengah dan yang kecil, termasuk koperasi. Kita juga ingin disamping yang swasta, juga yang milik yaitu BUMN dan BUMD. Kita ingin saudara – saudara kita di pedesaan tertinggal yang kebanyakan usaha mikro dan usaha kecil juga punya masa depan, tidak bangkrut usahanya,”

“ Saya ingin berterimah kasih kepada usaha kecil dan menengah. Karena waktu kita mengalami krisis, usaha – usaha besar banyak yang gulung tikar dan bangkrut. Tetapi UKM tidak bangkrut. Sebetulnya UKM-UKM inilah para pahlawan, karena mereka masih tetap hidup, dan UKM mampu menyerap tenaga kerja meskipun hasilnya pas – pas-an. Oleh karena itu, kedepan ini, kita ingin benar lebih memberdayakan UKM, supaya tidak bangkrut, supaya tumbuh. Caranya adalah pertama, harus ada modal. Modal itu harus dikelola dengan baik, jangan tekor, jangan merugi. Modal itu jangan dipersulit. Jadi harus dibantulah, bagaimana UKM mendapatkan akses modal ke bank dengan lebih mudah,” kata Presiden disambut tepuk ribuan masyarakat yang hadir.

Gubernur Bank Indonesia menyampaikan kepada saya, tahun lalu, sesungguhnya dari jumlah kredit yang akan disalurkan, 60 % itu untuk UKM, 40 % baru untuk yang besar-besar. Dibalik, kalau dulu yang besar dapat besar. Tetapi bagaimanapun meskipun ada alokasi seperti itu, kalau memang tidak lancar, dan tidak mudah cara memberikannya ya tetap menjadi hambatan,” lanjutnya. Oleh karena itulanjut Presiden, saya minta para Kepala Desa, Camat, Bupati, kita semua, membimbing UKM agar mudah memeroleh modalnya,” kata Presiden SBY. (win/nas)