Berita Utama

Presiden Hadiri Peringatan Hari Pangan se-Dunia XXVI

Tingkatkan Sarana dan Prasarana Pertanian

Presiden SBY menyerahkan bantuan kepada petani dan nelayan pada peringatan Hari Pangan Sedunia XXVI di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (26/11) pagi. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY menyerahkan bantuan kepada petani dan nelayan pada peringatan Hari Pangan Sedunia XXVI di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (26/11) pagi. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Makassar: Hari kedua kunjungan kerja di Sulawesi Selatan, Minggu (26/11) pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara menghadiri peringatan Hari Pangan se-Dunia ke XXVI Tahun 2006, sekaligus membuka Pameran Indonesia Food Expo 2006 dan Rapimnas I Masyarakat Agrobisnis Indonesia (MAI) di lapangan Karebosi Makassar. Presiden SBY membuka acara itu dengan memukul lesung padi bertalu-talu, didampingi Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Gubernur Sulawesi Selatan H.Amin Syam, yang turut memukul lesung.

Dalam sambutannya Presiden SBY mengharapkan pada Hari Pangan se-Dunia kali ini menjadi momentum yang tepat dalam meningkatkan dan menggerakkan kembali implementasi revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan. "Pada konferensi organisasi pangan sedunia (FAO) ke-20 tahun 1976 di Roma Italia, 147 negara anggota FAO, termasuk Indonesia, telah menyepakati diterbitkannya resolusi no.179 mengenai World Food Day (Hari Pangan se-Dunia). Resolusi itu menetapkan, bahwa sejak tahun 1981, setiap tanggal 16 Oktober, segenap negara anggota FAO memperingati Hari Pangan se-Dunia," ujar Presiden SBY.

"Tujuan Hari Pangan ini untuk mengajak masyarakat internasional agar meningkatkan perhatian dan kesadarannya mengenai pentingnya penanganan masalah pangan, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Di tanah air kita, jumlah penduduk miskin masih cukup banyak. Penduduk miskin ini pada umunya masih terkonsentrasi di daerah pedesaan. Ironisnya, produksi pangan kita sesungguhnya masih dihasilkan oleh sekitar 21 juta rumah tangga petani, yang sebagian besar berlahan sempit, dan tinggal di daerah pedesaan," kata Presiden SBY.

"Para petani kita, hingga saat ini, masih mempunyai keterbatasan terhadap sarana dan prasarana pertanian dan sumber permodalan. Teknologi yang memadai untuk mendukung pembangunan pertanian juga belum sepenuhnya dimiliki. Dengan kondisi seperti itu, para petani harus kita tingkatkan kepemilikan sarana dan prasarana yang dapat meningkatkan hasil yang makin baik," Presiden menambahkan.

Sebelumnya Menteri Pertanian Anton Apriyantono melaporkan, bahwa tema nasional Hari Pangan Dunia kali ini adalah "Membangun Kemandirian Pangan Berbasis Pedesaan". Tema ini sejalan dengan pemikiran yang muncul pada konferensi FAO tingkat Asia Pasifik. Hari Pangan Nasional 2006 ini diisi berbagai kegiatan yang mencerminkan partisipasi dan peran serta masyarkat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Rangkaian kegiatan itu teridri dari seminar, pameran dan expo, perlombaan, pengabdian pada masyarakat.

Setelah memberikan sambutan, Presiden SBY membuka Hari Pangan se-Dunia dengan memukul lesung, didampingi Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Gubernur Sulsel H.Amin Syam. Selanjutnya Presiden memberikan bantuan benih jagung, bibit pohon jati super, dana bergulir budidaya rumput laut, dana bergulir pengadaan pangan, mengunjungi stan pameran yang diikuti 216 peserta dari seluruh propinsi, BUMN, departemen, dan swasta. Juga tak kalah menariknya adalah pembuatan replika Perahu Phinisi yang terbuat dari jagung seberat 2500 kg.

Tepat pukul 10.00 Wita, Presiden SBY meninggalkan Karebosi menuju Lanud Hasanuddin AU Makassar untuk bertolak ke Jepang dan Rusia dengan menggunakan pesawat kepresidenan. Hadir dalam acara itu, Mendagri M.Ma’ruf, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, FAO Representatif di Indonesia Mr. Man Ho So, serta Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia. (win)