Berita Utama
Senin, 27 November 2006, 10:41:07 WIB
Hari Kedua di Jepang
Presiden dan Ibu Negara Diterima Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko
Presiden SBY beramah tamah dengan Kaisar Akihito di Istana Kekaisaran, di Tokyo, Jepang, Senin (27/11) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Upacara Kenegaraan di Imperial Palace berlangsung ketat sesuai jadwal, menit demi menit. Pukul 9.00, Presiden dan Ibu Ani meninggalkan Hotel Imperial dengan dijemput mobil khusus dari Istana Kekaisaran, menembus hujan gerimis yang mengguyur Tokyo sejak malam. Jarak hotel tempat Presiden dan rombongan menginap dengan istana hanya ditempuh tak lebih dari 10 menit.
Di Istana, Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko sendiri menyambut di pintu, kemudian mengajak tamunya masuk ke Take Noma (Ruang Bambu) untuk diperkenalkan pada keluarganya, yaitu Putera Mahkota Naruhito, Pangeran Akishino dan Putri Sayako Nori, serta PM Sinzo Abe dan istri.
Selesai memperkenalkan keluarganya, kemudian Kaisar Akihito mengajak tamunya ke ruang Shun Ju Noma (Ruang Musim Semi), di mana di ruang ini telah menunggu seluruh kabinet PM Sinzo Abe, serta beberapa menteri Kabinet Indonesia bersatu antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Menteri Perindutrian Fahmi Idris, Menteri Perdagangan Mari L. Pangestu, dan Menteri Perhubungan Hatta Radjasa. Di ruang ini juga telah menunggu korp musik.
Tepat pukul 9.40, pintu dorong ruang Shun Ju Noma terbuka, Presiden SBY didampingi Kaisar Akihito masuk ruang, diikuti Ibu Ani dan Permaisuri Michico, kemudian Putra Mahkota Naruhito, Pangeran dan Putri Akishimo dan terakhir PM Sinzo Abe dan istrinya. Sebelum dan sesudah Kaisar dan Presiden masuk, ruang Shun Ju Noma yang luasnya sekitar 20 X 60 M sangat senyap, meskipun di ruangan ini telah menunggu para menteri baik kabinet Jepang maupun Indonesia, yang berdiri seolah tak bergerak.
Dalam kesenyapan, kemudian diperdengarkan lagu kebangsaan kedua negara, Indonesia Raya dan Kimigayo, yang dimainkan korp musik militer. Setelah lagu Kimigayo berhenti. Kaisar Akihito kemudian memperkenalkan Presiden SBY dan Ibu Negara kepada para menteri Kabinet PM Abe. Upacara Kenegaraan yang hanya dilakukan setahun dua kali untuk tamu-tamu Kaisar Jepang ini, hanya berlangsung tak lebih dari 10 menit.
Usai memperkenalkan para menteri Kabinet Jepang, Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko dan keluarganya mengajak Presiden SBY dan Ibu Negara kembali ke ruang Take Noma (Ruang Bambu) untuk beramah tamah.
Senin malam, Presiden dan Ibu Negara bersama beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu akan kembali ke Istana Kekaisaran memenuhi undangan Kaisar untuk jamuan santap malam. (nas)



