Berita Utama

SBY Bertemu Organisasi-organisasi Bisnis Jepang

Tokyo: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (2/11) siang menghadiri pertemuan sekaligus jamuan santap siang yang diselenggarakan organisasi-organisasi ekonomi Jepang, di Peacock Room lantai 2 Hotel Imperial. Beberapa organisasi pengusaha itu antara lain Nippon Keidanren, Japan Chamber of Commerce and Industry (KADIN), Keizai Doyukai dan Japan Foreign Trade Council.

Sebelum acara jamuan santap siang dimulai, Ketua Nippon Keidanren, Fujio Miturai dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada SBY beserta rombongan, yang dalam kunjungannya ke Jepang telah bertemu kisar Akihito dan akan bertemu PM Sinzo Abe.

“Kami para pengusaha di Jepang menyambut baik upaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk lebih mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Jepang,” kata Fujio Miturai, dalam bahasa Jepang yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris. “Selama ini banyak sekali pengusaha Jepang yang menjadikan Indonesia sebagai basis bisnis mereka, karena memang Indonesia adalah salah satu negara penting di Asia. Untuk lebih meningkatkan lagi kerjasama sama bisnis ini, kami akan menunggu apa hasil perjanjian yang akan ditandatangani antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang,” Fujio Miturai.

Presiden SBY dalam sambutan balasannya antara lain mengatakan bahwa jepang sudah lama melakukan kerjasama ekonomi dengan Indonesia. “Jepang juga negara terkemuka dalam berdemokrasi, dan Indonesia banyak belajar agar dapat melangkah maju menjadi negara yang menjunjung tinggi demokrasi. Kami sekarang sedang giat memerangi korupsi, dan perekonomian Indonesia sekarang telah stabil, kami juga mengontrol inflasi sehingga nilai mata uang rupiah juga stabil terhadap mata uang asing,” kata SBY.

Kepada organisasi-organisasi bisnis dan para anggotanya yang hadir dalam pertemuan ini, SBY mengajak mereka untuk memanfaatkan peluang yang kini terbuka di Indonesia. “Beberapa peluang untuk Anda semua antara lain adalah bidang properti, infrastruktur, industri perkebunan dan sebagainya. Indonesia berpenduduk 220 juta, adalah pasar yang amat potensial,’ tambahnya.

Seusai Presiden menyampaikan sambutan, lantas diadakan toas untuk semua yang hadir dan untuk bangsa Indonesia dan Jepang. Ikut dalam pertemuan dan jamuan santap siang dengan organisasi-organisasi ekonomi Jepang ini antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menlu Hassan Wirajuda, Mendag mari L. pangestu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Seskab Sudi Silalahi, Dubes RI untuk Jepang Anwar Jusuf, Kepala BKPM M.Lutfi, Ketua KADIN MS Hidayat dan anggota DPR, Dito Ganinduto. (nas)