Berita Utama
Selasa, 28 November 2006, 20:00:38 WIB
PM Shinzo Abe:
Hubungan Jepang- Indonesia akan Ditingkatkan Lebih Tinggi Lagi
PM Jepang, Shinzo Abe dan Presiden RI, SBY, di Kantor Perdana Menteri Jepang di Tokyo, Selasa (28/11) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Sebelumnya, Abe dan SBY telah menandatangani Strategic Partnership for Peaceful and Prosperous Future setelah keduanya melakukan pertemuan empat mata dan memimpin pertemuan bilateral kedua Negara.
“Saya telah bertukar pendapat secara terbuka dan jujur dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Indonesia adalah sahabat lama bagi Jepang, dan menjadi negara inti dalam ASEAN. Kunjungan beliau ke Jepang adalah sebagai tamu negara pertama setelah terbentuknya kabinet baru di Jepang,” kata Abe di hadapan puluhan wartawan Jepang, Indonesia dan luar negeri.
Dalam pertemuan tadi, lanjutnya, “Kami memastikan kembali bahwa hubungan kedua negara telah menjadi mitra yang penting selama setengah abad ini, dan kini kami sepakat untuk membina lebih kokoh lagi agar mengangkat hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi. Atas dasar semua ini, sekarang kami memngumumkan pernyataan bersama,” kata Abe, yang terpilih menjadi PM Jepang akhir September lalu, menggantikan Junichiro Koizumi.
“Mengenai masalah ekonomi, kita telah saling mengkonfirmasi Kesepakatan Prinsip atau Agreement in Principle atas Perjanjian Kemitraan Ekonomi atau Economic Partnership Agreement antara Jepang dan Indonesia, dan mengumumkannya dalam Joint Press Statament ini. Selain itu, kita sepakat pula untuk bekerjasama lebih lanjut, agar kesepakatan tersebut bisa ditandatangani dan diberlakukan dalam waktu tak lama,” katanya.
Dalam pertemuan tadi, lanjutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan ketegasannya dalam upaya demokratisasi dan reformasi ekonomi. “Saya menegaskan bahwa Jepang akan mendukung upaya-upaya reformasi di Indonesia. Disamping itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan terima kasih atas segala bantuan dan kerjasama dari rakyat dan pemerintah Jepang bagi perkembangan Indonesia. Lebih dari itu, kita sepakat untuk mengembangkan kerjasama bilateral di bidang iklim investasi, energi dan penanggulangan bencana alam,” kata Abe, yang terpilih menjadi PM Jepang dalam usia 52 tahun dan menjadikannya sebagai PM termuda di Jepang.
“Kami tadi juga memastikan kedua negara akan mendatangani kerjasama baik di tingkat regional maupun internasional, seperti kerjasama di kawasan Asia Timur, masalah Korea Utara, terorisme, bajak laut di Selat Malaka serta masalah reformasi di Dewan Keamanan PBB. Dalam hal ini Jepang mendapat dukungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas masuknya Jepang menjadi anggota tatap DK-PBB,” tambahnya.
“Dalam masalah Korea Utara, kami berbagai keprihatinan yang mendalam atas peluncuran rudal dan uji coba nuklir oleh Korea Utara baru-baru ini. Kita sepakat agar Korea Utara melaksanakan Resolusi DK-PBB. Selain itu kita sepakat agar pihak Korea Utara perlu menanggapi masalah kemanusiaan, termasuk penculikan terhadap warga Jepang,” kata Shinzo Abe.
“Dengan demikian, pertemuan saya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini menjadi kesempatan yang baik sekali untuk memandang kembali hubungan bilateral kedua negara secara menyeluruh, serta menegaskan tekad bersama untuk mengembangkan hubungan yang berorientasi ke masa depan. Saya pribadi memang pernah beberapa kali berjumpa dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan saya merasa sangat puas dapat memperkokoh hubungan secara pribadi dan saling percaya antara saya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” tambahnya.
Diakhir pernyataannya, Abe mengatakan, “Sebagaimana saya akan melanjutkan upaya reformasi struktural di Jepang, sedang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menerapkan berbagai reformasi ekonomi di negerinya. Saya berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan selalu sukses dalam berbagai upayanya itu.” Kata Shinzo Abe. (nas)



