Berita Utama
Kamis, 30 November 2006, 15:18:27 WIB
Di Kota St. Petersburg
Indahnya Masjid Raya St. Petersburg
Presiden SBY dan Zhapar N. Panchaev, Mufti/Imam Masjid Raya St. Petersburg, Central Mosque, hari Kamis (30/11) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Masuk ke masjid yang amat indah itu, Presiden langsung melakukan sholat sunnah dua rakaat, demikian juga Ibu Ani dan anggota rombongan lainnya. Usai sholat, Presiden dan rombongan kemudian duduk melingkar di tengah ruangan utama masjid. Sambil duduk, Mufti Zhapar N. Panchaev menjelaskan sejarah masjid kepada SBY.
Central Mosque dibangun pada waktu kota St. Petersburg masih menjadi ibukota kerajaan dan menjadi pusat pemerintahan kerajaan Rusia. Sejak tahun 1880, umat muslim di St. Petersburg mengajukan permohonan kepada Raja Ncholas II untuk membangun masjid sebagai tempat ibadah umat muslim. Permohonan itu baru dikabulkan pada tahun 1906 oleh Raja Nicholas II, melalui Kementerian Dalam Negeri. Setelah dibentuk panitia berjumlah 19 orang, pada tahun 1910 dimulailah pembangunan masjid yang berada di tempat paling utara di benua Eropa ini.
Central Mosque juga punya hubungan erat dengan Indonesia, Zhapar N. Panchaev bercerita, sejak PD II, masjid ini ditutup dan dijadikan gudang oleh pemerintah. “Ketika Presiden Sukarno berkunjung ke St. Petersburg dan melihat masjid ini dijadikan gudang, beliau minta pada Presiden Kruchev untuk membuka masjid ini karena amat dibutuhkan oleh umat Islam Rusia. Dan akhirnya sejak tahun 1956, atas bantuan Sukarno masjid ini dikembalikan kepada umat Islam, dan sejak itu umat Islam bisa melakukan ibadah di masjid ini lagi. Tahun 2003, Megawati berkunjung ke Rusia, dan berjanji akan memberi hadiah. Tahun 2005, melalui Dubes RI di Moskow, Megawati mengirimkan kaligrafi Surat Al Fatikhah dalam ukiran kayu, yang kami pasang di dinding utama masjid ini,” kata Imam Zhapar N. Panchaev.
Presiden SBY mendengarkan cermat cerita dari Imam Zhapar N. Panchaev. SBY kemudian mengatakan, ”Saya, istri saya dan rombongan dari Indonesia amat senang dan bahagia bisa berkunjung sekaligus sholat di masjid ini. Mudah-mudahan kunjungan kami ini bukan hanya akan memperat hubungan umat Islam Rusia dengan umat Islam Indonesia, tetapi juga hubungan rakyat dan pemerintah kedua negara,” kata SBY.
“Umat Islam di Indonesia adalah terbesar di dunia, yang menjadi bagiaan dari pergaulan internasional untuk menciptakan perdamaian dunia. Mudah-mudahan umat Islam Rusia akan berkembang terus, dan ketika besok saya bertemu dengan Presiden Putin di Moskow, saya akan katakan bahwa saya telah mengunjungi masjid ini dan telah diterima dengan baik oleh Mufti,” kata SBY.
Masjid Raya Saint-Petersburg berada di pusat kota St. Petersburg, berada di dekat Sunga Neva yang membelah kota St. Petersburg. Masjid ini mampu menampung sekitar 3.000 jamaah, merupakan mesjid paling indah dan dan megah di Rusia. Balkonnya yang melingkar terdiri dari tiga lantai, dengan arsitektur yang tak jauh beda dengan masjid-masjid di kawasan Asia Tengah yang dahulu menjadi bagian negara Uni Sovyet. Masjid ini juga sering disebut Blue Mosque, karena kubahnya yang menonjol dan indah dipenuhi ornamen berwarna biru. (nas)



