Berita Utama
Jumat, 1 Desember 2006, 00:05:06 WIB
Dari Dialog SBY dengan WNI di Moskow
Presiden: Saya akan Dorong Lebih Banyak Lagi Mahasiswa Kita Belajar di Rusia
Presiden SBY dan Ibu Negara foto bersama dengan Dubes RI di Moskow, Susanto Pudjomartono dan istri dan seluruh staf kedubes, di Kedubes RI di Moskow, Kamis (30/11). (foto: anung/presidensby.info)
Menurut Presiden, dirinya tahu bahwa banyak mahasiswa dari Indonesia yang belajar di Rusia dengan mengambil berbagai studi. “Saya tahu juga negara-negara lain seperti Malaysia dan India juga banyak mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di Rusia. Saya akan mendorong lebih banyak lagi generasi muda kita untuk menimba ilmu di Rusia,” kata Presiden. Presiden juga berharap, akan makin banyak mahasiswa-mahasiswa dari Rusia untuk mendalami misalnya budaya dan bahasa Indonesia, agar hubungan antar kedua negara bisa ditingkatkan dengan pemahaman dan karakter budaya kedua bangsa.
“Di Bidang pariwisata, sekarang ini ada kecendurangan makin banyak warga Rusia yang melaksanakan perjalanan ke luar negeri. Kita berharap, Indonesia yang tak kalah indahnya dengan negeri-negeri lain, dan di Indonesia tidak hanya punya Bali tetapi juga tempat-tempat lain yang layak dikunjungi. Kita akan kembangkan bidang pariwisata ini dengan pemerintah Rusia,” tambah SBY.
Kerjasama pada bidang olahraga, Presiden juga berharap dapat ditingkankan lebih ditingkatkan lagi. “Indonesia mempunyai penduduk berjumlah 220 juta jiwa, lebih banyak disbanding jumlah penduduk Rusia. Pada pesta olahraga Olimpiade, mungkin prestasi Indonesia barangkali memang tidak terlalu bagus. Karena banyak negara-negara yang menjadi gudang atlit seperti Amerika, Eropa, China, Jepang dan Rusia sendiri,” tambahnya.
“Tapi kalau kita juga berada di peringkat yang tidak tinggi untuk kawasan ASEAN, itu kita bisa menjadi tidak puas, mengapa untuk kawasan ASEAN saja prestasi kita juga tidak menggembirakan. Kita tidak perlu mencari-cari siapa yang salah dalam hal ini, tetapi kita berbenah diri, kita tingkatkan prestasi olahraga kita dengan tidak perlu malu-malu menimba pengalaman, pelatihan, metodologi dari negara lain, misalnya, dengan Rusia,” jelas Presiden.
Itulah antara lain yang dijelaskan Presiden SBY mengenai tujuan kunjungannya ke Rusia. “Saya berharap, Duta Besar dan para diplomat kita di Rusia, selesai kunjungan kerja saya ini bisa menindaklanjuti mana-mana yang perlu dibahas lebih mendalam lagi dengan pemerintah Rusia. Sebagai ujung tombak atau wakil saya paling depan di Rusia ini adalah Duta Besar dibantu para diplomat, saya minta untuk menindak lanjuti dengan cepat dan tepat hingga semuanya bisa terwujud.,” kata Presiden.
Mengenai dorongan agar lebih banyak mahasiswa Indonesia belajar di Rusia ini, seorang mahasiswa yang mengikuti dialog, pada sesi tanya jawab mengeluh pada Presiden bahwa alumni perguruan tinggi Rusia sulit mencari pekerjaan setibanya mereka di tanah air. “Data Saudara itu dari mana?” Tanya Presiden. “Dari para alumni yang sudah pulang ke tanah air Pak,” kata mahasiswa itu.
Begini, kata Presiden, “Saya melarang adanya diskriminasi. Lulusan dari manapun sama saja, entah dari Inggris, Amerika atau Rusia. Tidak ada perbedaan. Kalau memenuhi syarat, ia bisa diterima kerja. Sekali lagi, saya melarang diskriminasi," tegas SBY. Tetapi, lanjut Presiden, harus ada peta lapangan kerja, agar ada sinkronisasi antara lapangan tenaga kerja yang tersedia dengan jumlah tenaga kerja itu sendiri. “Saya minta para alumni dari perguruan tinggi di Rusia tetap optimis menatap ke masa depan. Kalau perlu kirim SMS ke saya, laporkan pada saya hal-hal yang tidak benar,” kata Presiden SBY. (nas)



