Berita Utama

Forum Bisnis KADIN Indonesia dan KADIN Rusia

Presiden: Indonesia Adalah Partner Potensial Rusia

Moskow: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (1/12) siang menghadiri forum bisnis yang diselenggarakan oleh KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia bekerjasama dengan KADIN Rusia. Lounga VIP Hall di World Trade Centre Moscow penuh dengan pengusaha-pengusaha Rusia yang tertarik melihat prospek Indonesia.

Dalam sambutannya Presiden antara lain menyatakan bahwa kerjasama antara Indonesia dan Rusia sudah berlangsung selama lima puluh tahun, walaupun mengalami masa pasang surut. “Indonesia dan Rusia memiliki banyak persamaan. Kedua negara adalah negara demokrasi dengan masyarakat yang plural. Baik Indonesia maupun Rusia pernah mengalami krisis ekonomi dalam kurun waktu tahun 1997 sampai dengan tahun 2000. Indonesia dan Rusia juga merupakan negara penghasil minyak. Kerjasama antara Indonesia dan Rusia pun bukan hanya terbatas pada antara pemerintahan, tetapi juga antar parlemen, LSM, pelajar, artis, ilmuwan, serta masyarakat bisnis,” kata SBY.

Presiden menjelaskan dalam perjalanan demokratisasinya, tantangan utama dari transformasi Indonesia adalah tetap dipertahankannya persatuan, kesatuan, keadilan ekonomi dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. “Bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, tetapi Indonesia sudah mengalami kemajuan. Pemerintah Indonesia tetap menjadikan pemberantasan korupsi sebagai agenda utamanya bersamaan dengan upaya pemerintah untuk terus melakukan pemberantasan terorisme. Pemerintah terus membuat kebijakan-kebijakan pembangunan yang pro growth, pro poor, pro job and pro business.

Recovery perekonomian Indonesia cukup pesat walaupun terjadi bencana tsunami di Aceh dan gempa bumi di Yogyakarta. Pasar saham Indonesia adalah salah satu pasar saham yang menjanjikan di Asia. Terjadi kenaikan pesat pada GDP Indonesia tahun lalu yang mencapai angka 5,6 persen, dimana diharapkan pertumbuhan GDP tahun ini akan lebih baik. Perekonomian Indonesia saat ini juga berkembang dengan baik dimana nilai ekspor dan konsumsi masyarakat telah meningkat. Sehingga pemerintah optimis bahwa GDP Indonesia akan meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun. Dengan menjadikan Barat sebagai mitra, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin pesat di tahun 2007. Prospek ekonomi Indonesia sangat cerah di masa mendatang, Indonesia terus berkembang, layaknya bunga yang mekar di musim semi,” kata Presiden.

Dijelaskan, Indonesia yang berpenduduk 220 juta jiwa dengan jumlah masyarakat kelas menengahnya mencapai 8 juta jiwa, adalah partner yang potensial untuk Rusia. Presiden mengajak pengusaha Rusia untuk berinvestasi di Indonesia karena Indonesia adalah pasar yang potensial. “Indonesia adalah kunci masuknya pengusaha Rusia di kawasan Asia Tenggara. Dengan berinvestasi di Indonesia akan membuka pasar di kawasan Asia Tenggara karena adanya kesepakatan AFTA. Produk perdagangan Indonesia dengan Rusia saat ini antara lain produk-produk pertanian dan cokelat.” Akhirnya Presiden mengajak seluruh pengusaha Rusia untuk pergi ke timur untuk mendapatkan mitra yang berpotensi bagi perkembangan perekonomian kedua negara.

“Pergilah ke timur untuk berjumpa dengan mitra Anda, yang akan bekerjasama untuk membangun perekonomian Indonesia dan Rusia. Dengan dasar win and win solution.” Sebelum Presiden melakukan one on one meeting dengan dua perusahaan Rusia yang bergerak di bidang teknologi dan perbankan di ruangan yang terpisah, Presiden mengisi buku tamu yang telah disiapkan. (rum)