Berita Utama
Jumat, 1 Desember 2006, 21:00:07 WIB
Indonesia-Rusia Tandatangani 7 Kesepakatan
SBY Undang Presiden Putin ke Indonesia
Presiden SBY dan Presiden Putin menyaksikan penandatanganan kerjasama, di Istana Kremlin, Moskow, Jumat (1/12) sore waktu Moskow. (foto: tohir/presidensby.info)
Seusai menyaksikan penandatanganan ketujuh kesepakatan itu, kedua Kepala Negara mengadakan pernyataan bersama. Kata Putin yang pertama memberi pernyataan, ”Hari ini kami melakukan pembahasan dengan Indonesia, dan kita membahas segala hubungan dengan RI dan negara kita, dan internasional. Kami beharap persetujuan yang disepakati ini dapat mengembangkan hubungan Indonesia dan Rusia," katanya.
Menurut Putin, hubungan Indonesia - Rusia sangat positif. ”Selama 8 bulan ini, hubungan perdagangan naik 12 persen. Kita sama-sama sepakat untuk menaikkan volume perdagangan dan memanfaatkan potensi yang ada dalam skala yang lebih luas. Ada peluang-peluang untuk ditingkatkan lagi, antara lain di bidang kedirgantaraan, nuklir, investasi, dan kerjasama teknis militer. Persetujuan dan nota kesepahaman yang ditandatangani akan mengembangkan hubungan lebih baik dalam segala bidang," ujar Putin.
Selama perundingan, lanjut Putin, “Kami juga membahas hubungan di bidang agama. Untuk negara multi agama seperti Rusia dan Indonesia, ini sangat penting. Dalam kaitan ini, saya bekerja sama dengan Indonesia sebagai negara Islam terbesar di dunia, adalah sangat penting. Sekali lagi kami menyaksikan hubungan Indonesia dan Rusia adalah pada dasar yang sangat kuat dan berprospek bagus. Saya ucapkan terima kasih pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” tambahnya.
SBY menyampaikan terima kasih atas sambutan Presiden Putin dan rakyat Rusia. ”Rusia adalah negara yang sangat penting dalam partner dengan Indonesia. Rusia sangat menentukan dalam hubungan internasional. Banyak posisi yang sama antara Rusia dan RI dalam menyikapi isu internasional. Oleh karena itulah, Indonesia berharap kemitraan Indonesia dengan Rusia dapat ditingkatkan lagi di masa mendatang,” kata SBY.
”Sebagaimana yang disampaikan Presiden Putin, kami membahas isu bilateral dan internasional. Kerja sama bilateral yang dikembnagkan ke depan adalah mencakup pertahanan dan teknik militer. Kedua, bidang energi. Ketiga, investasi dan perdagangan. Keempat, teknologi kedirgantaraan dan nuklir untuk kepentingan damai. Kelima bidang pendidikan dan olahraga, dan keenam bidang penanggulangan kejahatan, terorisme dan kejahatan transnasional,” jelas SBY.
”Menyangkut kerja sama ekonomi dan perdagangan, masih banyak lagi hubungan yang dapat dikembangkan bersama. Dalam kunjungan saya ini, ada lebih 50 pengusaha di Moskow. Dan hari ini kami telah melaksanakan gatehring dengan mitra dari Rusia di bidang investasi dan perdagangan. Saya berharap, pengusaha Rusia datang ke RI untuk mendapatkan peluang bisnis di masa depan,” tambahnya.
Mengenai isu bilateral yang dibahas adalah menyangkut di Irak, Iran, Lebanon, Palestina, dan Korea Utara. ”Posisi Indonesia amat mirip dengan Rusia, bahwa permasalahan-permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan damai dan tepat. Atas dukungan Rusia dalam keanggotaan Indonesia di DK-PBB, kami berharap dua tahun mendatang akan lebih banyak lagi kerja sama dalam hubungan di PBB,” kata presiden SBY dalam bahasa Indonesia, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia.
Sebagai penutup, lanjut SBY, “Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih rakyat dan pemerintah Indonesia atas bantuan Rusia terhadap berbagai bencana di Indonesia. Atas nama warga Indonesia, saya mengucapkan terima kasih. Dan dalam pertemuan tadi, saya mengundang Presiden Putin untuk dapat datang ke Indonesia agar lebih mempererat lagi hubungan kedua negara di masa mendatang,” kata Presiden SBY. (nas)



