Berita Utama

Kunjungan Presiden Roh Moo-Hyun

Hasilkan Deklarasi Kemitraan Strategis Indonesia - Korsel

Presiden SBY mengemudikan gollf car berdampingan dengan Presiden Korsel, Roh Moo-Hyun di halaman Istana Merdeka, Senin (4/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY mengemudikan gollf car berdampingan dengan Presiden Korsel, Roh Moo-Hyun di halaman Istana Merdeka, Senin (4/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Kunjungan Kenegaraan Presiden Korea Selatan, Roh Moo-Hyun beserta istri, Ibu Kwon Yang Sook beserta delegasi ke Indonesia hari Senin (4/12) pagi, menghasilkan deklarasi bersama antara kedua pemerintahan mengenai kemitraan strategis untuk meningkatkan persahabatan dan kerjasama pada abad XXI ini. Penandatanganan dilakukan di Istana Negara usai pertemuan bilateral antara delegasi kedua negara. Penandatanganan dilakukan oleh Presiden SBY dan Presiden Roh Moo-Hyun di depan para wartawan dalam dan luar negeri, pukul 11.30 WIB.

Selanjutnya kedua Kepala negara menyaksikan penandatanganan 4 MoU (nota kesepahaman) antara Indonesia - Korsel yang diwakili oleh para menteri. Keempat MoU tersebut masing-masing adalah kerjasama bidang energi nuklir untuk kepentingan damai, kerjasama bidang pariwisata, pembentukan Forrest Forum ( Forum Kehutanan ) dan kerjasama pemberantasan korupsi.

Usai penandatangan MoU, Presiden Korea Selatan meninggalkan Istana Negara. Sedang Presiden SBY memberikan keterangan pers mengenai hasil dari pertemuan bilateral yang dilakukan oleh kedua negara. Presiden menyatakan bahwa kerjasama Indonesia dengan Korea Selatan telah berkembang ke titik yang menggembirakan. Dan menyadari potensi yang besar diantara kedua negara maka disepakati untuk memasuki babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara yang disebut kemitraan strategis.

“ Dengan telah dibukanya lembaran baru dalam kerjasama dan hubungan bilateral kita, diharapkan ke depan kita dapat meningkatkan lebih luas lagi kemitraan dan kerjasama yang benar-benar dapat mendatangkan keuntungan bagi kedua negara dan kedua bangsa. Dalam pertemuan bilateral ini kita membahas banyak hal dan berbagai agenda, terutama bilateral dan sedikit internasional ataupun regional yang bertujuan, sekali lagi, agar kerjasama kita makin efektif dan makin mendatangkan manfaat yang konkrit, “ kata Presiden. ( nnf )