Berita Utama

Dari Kunjungan Presiden Roh Moo-Hyun

Indonesia - Korsel Sepakati Kerjasama Pemberantasan Korupsi

Presiden SBY menyambut  Presiden Korsel Roh Moo-Hyun di Istana Merdeka, hari Senin (4/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyambut Presiden Korsel Roh Moo-Hyun di Istana Merdeka, hari Senin (4/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Kunjungan Kenegaraan Presiden Korea Selatan Roh Moo-Hyun ke Indonesia hari Senin (4/12) pagi, selain menghasilkan deklarasi bersama mengenai kemitraan strategis dengan Indonesia, juga menghasilkan berbagai kesepakatan yang dibahas dalam pertemuan bilateral antara delegasi kedua negara. Usai Presiden Korea Selatan meninggalkan Istana Negara, kepada wartawan dalam luar negeri Presiden SBY menyatakan bahwa dirinya mengedepankan tiga bidang kerjasama yang luas. “ “Saya mengedepankan tiga bidang kerjasama yang luas, dan Presiden Roh Moo Hyun juga merespon secara konstruktif masing - masing bidang kerjasama. Sebagian sedang berjalan, sebagian akan kita lakukan, “ kata Presiden, di Istana Negara, Senin (4/12 ).

Dijelaskan, di bidang Polhukam telah disepakati penekanan kerjasama di bidang pemberantasan korupsi. “ Sebagaimana kita lihat tadi, dilakukan pendatanganan oleh Ketua KPK dan mitranya dari Korea Selatan. Pemberantasan korupsi yang kita maksudkan disini adalah bagaimana kita tukar menukar pengalaman di dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Dengan adanya kerjasama antar lembaga, maka memungkinkan apabila kita menghadapi kasus – kasus bersama maka dapat dicari solusi yang lebih tepat untuk itu, “ jelas Presiden.

“Belakangan kita juga telah bersepakat melakukan kerjasama ekstradisi dan kerjasama bantuan hukum dan ektradisi, mutual legal assistant and extradiction. Di bidang kerjasama teknis pertahanan, kita juga sepakat untuk meningkatkan lagi, bukan hanya di bidang pendidikan, pelatihan dan tukar menukar kunjungan diantara perwira – perwira militer kita, tapi juga kita masuk dalam kerjasama dalam pengadaan sistem senjata maupun peralatan, yang diletakkan dalam konteks kerjasama yang lebih luas. Misalnya joint production, ataupun nantinya alih teknologi yang bisa dikerjakan, “lanjutnya.

“Industri nasional kita makin kuat, makin berkembang dan makin maju, meskipun ada beberapa bidang yang - terus terang - kita harus menimba pengalaman dan bekerjasama dengan negara – negara sahabat. Dalam konteks inilah kita menjalin kerjasama dengan Korea Selatan, “ kata Presiden lagi.

Masih di bidang Polhukam, Presiden menjelaskan bahwa kita juga meneruskan kerjasama kedua negara untuk menghadapi kejahatan transnasional, termasuk terorisme. “Saya jelaskan juga kepada presiden Korea Selatan bahwa pengamanan Selat Malaka dan Selat Singapura yang selalu diangkat dalam pertemuan APEC ataupun pertemuan – pertemuan regional Indonesia, Malaysia, Singapura, melakukan langkah – langkah terkoordinasi untuk melaksanakan pengamanan baik di laut maupun pengamanan udara yang kita sebut eyes in the sky. Tentunya kerjasama dengan pihak – pihak lain dimungkinkan dan diharapkan, karena itu merupakan jantung pelayaran laut yang penting di kawasan ini, “ kata Presiden.(nnf )