Berita Utama
Senin, 4 Desember 2006, 15:14:03 WIB
Presiden SBY:
Indonesia - Korsel Sepakati Berdirinya IC Centre
Presiden SBY saat pertemuan empat mata dengan Presiden Korsel Roh Moo-Hyun di Istana Merdeka, hari Senin (4/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
“Bidang lain yang saya sepakati adalah kerjasama di bidang kehutanan. Kita sepakat, sesuai dengan kepentingan kita, agar ada kerjasama yang mengarah kepada penanaman kembali atau reforestation, hutan - hutan kita berdasarkan kerangka clean development mechanism (CDM ). Ini sangat penting, karena satu sisi hutan kita memberikan sumber kesejahteraan ekonomi bagi rakyat kita. Kita pastikan bahwa tidak merusak lingkungan dan bisa berlanjut di waktu yang akan datang. Kita sepakat akan ada training untuk petugas - petugas kehutanan, bagaimana kita mengelola dan memelihara hutan dengan baik. Dan juga disepakati dengan dibentuknya forest forum, disitu melibatkan pejabat pemerintah, akademisi, sektor swasta untuk bekerjasama memikirkan bagaimana pendayagunaan hutan sebaik - baiknya baik untuk kepentingan ekonomi maupun kepentingan pemeliharaan lingkungan, “ kata Presiden.
.
“ Kita juga membahas kerjasama pembangunan untuk kepentingan bersama. Ada bantuan - bantuan kepada sebuah negara. Untuk Indonesia disebut dengan Development Assistant atau dalam istilah pemerintah Korea Selatan adalah Economic Development Cooperation Fund. Disini ada proyek – proyek bersama yang dibangun. Sebagai contoh, untuk tahun 2006 – 2009, Korea Selatan akan mengalokasikan 30 juta Dollar AS sebagai hibah untuk proyek - proyek bersama, untuk menunjang keberhasilan pembangunan di waktu yang akan datang. Dan terutama juga untuk kerjasama Indonesia - Korea Selatan yang lebih baik lagi, “ jelas Presiden.
Presiden juga menekankan bahwa di bidang ekonomi, kedua negara juga membahas perlunya kerjasama di bidang UKM. "Menjadi tekad kita bersama bahwa kerjasama antar bangsa ini bukan hanya kerjasama antar usaha – usaha besar sebagaimana yang sering dipersepsikan atau dipahami. Kita juga ingin merasakan manfaatnya dirasakan pula oleh UKM. Oleh karena itulah kita bersepakat untuk meningkatkan kerjasama disitu satu kemitraan usaha besar dengan usaha kecil dan menengah, sekaligus tadi kita sepakati untuk ada semacam pelatihan – pelatihan bantuan kepada UKM di bawah kerangka Indonesia – Korea Industry and Technology Cooperation Centre. Centre inilah yang juga bertugas untuk memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada UKM kita, “ kata Presiden.
Sedangkan di bidang sosial dan kerjasama kebudayaan, Presiden menjelaskan bahwa kedua negara sepakat melakukan peningkatkan kerjasama di bidang pariwisata. “Kita ingin kerjasama di bidang promosi, dan fasilitasi dari kegiatan wisatawan. Wisatawan Korea ke Indonesia makin banyak, kita berharap jumlahnya tidak susut. Mudah - mudahan makin naik dengan service dan fasilitas yang baik," kata Presiden.
Untuk kerjasama di bidang kesehatan, kedua negara sepakat untuk melanjutkan kerjasama untuk menghadapi penyakit – penyakit menular termasuk flu burung. Ditambahkan, Korea Selatan juga berkontribusi dalam memberikan bantuan untuk penangananan flu burung di Indonesia. “ Menangani bencana alam kita sepakat memajukan kerjasama. Indonesia sangat rawan gempa bumi dan bencana alam lainnya, maka kita akan lanjutkan kerjasama di bidang itu. Korea Selatan sendiri ingin bersama –sama Indonesia membangun early warning system terutama untuk tsunami, “ kata Presiden lagi.
Presiden juga mengingatkan bahwa pemerintah Korea Selatan memberikan bantuan baik tenaga medis, sukarela dan bantuan - bantuan material dan financial, pada saat Indonesia mengalami bencana tsunami, di Aceh dan Nias, demikian juga ketika terjadi gempa bumi di Jogja dan Jateng.
Bidang lain yang juga menjadi agenda kerjasama kedua negara adalah bidang kepemudaan dan olahraga. “ Terus terang saya prihatin, dan kita tentu tidak nyaman dengan prestasi kita di bidang olahraga. Tingkat ASEAN pun nampaknya kita terpukul dengan peringkat kita kemarin di Sea Games di Philipina yang nomer 5. Tanpa mencari siapa yang salah siapa yang tidak salah, harus menjadi tekad besar kita, semangat besar kita untuk segera meningkatkan prestasi dan peringkat keolahragaan kita. Paling tidak di kawasan tingkat ASEAN. Saya sudah minta kepada Menpora, KONI, dan semua pihak untuk bersama – sama membangun dunia olahraga kita. Kita ingin ada kerjasama dengan Korea Selatan juga di bidang olahraga. Pelatihan manajemen bagi official dan atlit penting untuk kita lakukan. Saya berharap ini menjadi perhatian serius kita, untuk janganlah kita puas dengan berada di peringkat – peringkat yang bawah, kata Presiden.
Untuk bidang kerjasama internasional atau kawasan, Presiden SBY mengucapkan terima kasih atas dukungan Korea Selatan bagi pencalonan Indonesia dalam keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan PBB. “Saya juga mengucapkan selamat terpilihnya mantan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Ban Ki Moon, menjadi sekjen PBB mendatang. Saya juga mengatakan kita mengikuti perkembangan di Semenanjung Korea, dan kita berharap agar semua masalah diselesaikan secara damai, secara diplomatik. Kita berharap six party talk bisa dilaksanakan lagi, dan kemudian harapan kita semua stabilitas kawasan tetap terpelihara karena kalau ada apa – apa di Semenanjung Korea, pasti dampaknya juga berpengaruh pada kawasan Asia Pacific secara umum, “ kata Presiden mengakhiri keterangan pers nya. ( nnf )



