Berita Utama

SBY Tutup Latihan Perang Kartika Yudha di Gunung Jambe

Presiden SBY bersama KSAD Jenderal TNI  Djoko Sutanto, sedang menyaksikan jalannya latihan puncak TNI AD Kartika Yudha, di Gunung Jambe, Sukabumi, Jabar, Rabu (6/12) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Presiden SBY bersama KSAD Jenderal TNI Djoko Sutanto, sedang menyaksikan jalannya latihan puncak TNI AD Kartika Yudha, di Gunung Jambe, Sukabumi, Jabar, Rabu (6/12) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Sukabumi: Tiga Divisi pasukan musuh masuk menguasai Indonesia. Dua divisi menguasai wilayah utara dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Makassar, hingga menuju Jakarta. Sedangkan satu divisi mendarat di Pulau Jawa dengan menurunkan satu batalyon mendarat di pelabuhan Ratu, dan konsolidasi di wilayah Cibenda Komplek. Batalyon yang menguasai Cibenda Komplek menguasai beberapa titik strategis di Sukabumi.

Karena adanya serangan ini, Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto memerintahkan Pangdam Siliwangi selaku Panglima Komando Operasi Jawa Barat untuk menahan serangan gerak maju musuh, agar tidak semakin luas menguasai wilayah Jawa Barat. Pangdam memerintahkan Danbrif Kujang untuk melakukan serangan di lereng Gunung Jambe.

Ini adalah narasi singkat Latihan Puncak TNI AD Kartika Yudha 2006, Rabu (6/12) pagi, di Kecamatan Cibenda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Latihan perang yang menguji ketahanan TNI disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan menggunakan helikopter kepresidenan dari Halim Perdana Kusumah yang terbang dalam cuaca buruk, Presiden SBY tiba di Cibenda pukul 9.15 WIB, disambut Wakil Gubernur Jabar Nu'man Abdul Hakim serta Muspida Jabar, langsung menuju lokasi titik tinjau latihan puncak TNI AD Kartika Yudha 2006. Di titik lokasi, Presiden disambut oleh KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso, Pangkostrad Erwin Soejono, Dankodiklat AD Letjen TNI Cornel Simbolon, Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Sriyanto.

Selanjutnya Presiden SBY mendengarkan paparan Dankodiklat AD Letjen TNI Cornel Simbolon, yang antara lain menjelaskan bahwa lokasi latihan puncak TNI AD ini berada di areal seluas 680 hektar, dengan ketinggian 105 M di atas permukaan laut, berada dekar Gunung Jambe dan Gunung Putri.

Latihan puncak ini berlangsung hampir 3 jam, terdiri dari penerjunan yang diberangkatkan dari Lanud Husein Sastranegara Bandung, serangan dan pengejaran yang diawali oleh helikopter AD menembakkan ke sasaran musuh, dan serangan pasukan tank. Suasana yang terbangun mirip perang sungguhan.

Latihan yang diadakan sejak 27 November lalu ini melibatkan sekitar 4.000 personil, terdiri dari Brigif XV Kujang II, 290 personil, Yonif 301 sebanyak 747 personil, Yonif 315 sebanyak 50 personil, Yonif 330 Kostrad 650 personil, Kopassus 250 personil, Kompi Kaveleri Tank 79 personil, Armed 174 personil, satu Arhanud Ringan 123 personil, Kompi Zipur 135 personil, satu Kompi Nubika 60 personil, satu Detasemen Penerbangan dengan empat Heli serang dan 90 personil, satu Kompi Perhubungan 130 personil, satu Kompi Kesehatan Lapangan 83 personil, Kompi Perbekalan dan Angkutan 81 personil, Kompi Peralatan Kostrad 96 personil dan satu Kompi POM Gabungan terdiri 120 personil.

Hadir pula pada acara penutupan Latihan Puncak TNI AD Kartika Yudha 2006 ini antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Menristek Kusmayanto Kadiman, Menkominfo Sofjan Djalil, Seskab Sudi Silalahi, Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto, Kapolri Jenderal Pol. Sutanto, Kepala BIN Syamsir Siregar, serta dua jubir presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa/win)