Berita Utama

Presiden:

"Jadilah TNI yang Ditakuti Lawan, Disegani Kawan dan Dicintai Rakyat"

Presiden SBY memberi pembekalan pada prajurit TNI pada penutupan  latihan puncak TNI AD Kartika Yudha, di Gunung Jambe, Sukabumi, Jabar, Rabu (6/12) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Presiden SBY memberi pembekalan pada prajurit TNI pada penutupan latihan puncak TNI AD Kartika Yudha, di Gunung Jambe, Sukabumi, Jabar, Rabu (6/12) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Sukabumi: Jadilah Tentara Nasional Indonesia yang ditakuti lawan, disegani kawan dan dicintai rakyat, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada sekitar 4 ribu prajurit TNI yang mengikuti latihan puncak TNI - AD Kartika Yudha 2006 di Kecamatan Cibenda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (6/12) pagi. "Teruslah berlatih secara giat. Lebih baik mandi keringat di medan latihan daripada mandi darah di medan pertempuran," lanjut SBY.

Konsolidasi dan pembekalan kepada prajurit ini dilakukan di Gunung Jambe. Sebelum memberi pembekalan kepada prajurit, Presiden dan rombongan meninjau tempat pameran alat perang yang berupa alat pembesar daya, penjernih air, beberapa tank, dan jembatan bailey atau jembatan knock down yang bisa dipergunakan di setiap kesempatan misalnya pada keadaan bencana dan operasi militer selain perang. Dari jumlah keseluruhan peserta latihan sebanyak 4 ribu personil, 3.029 diantaranya adalah prajurit tempur. Sedangkan sisanya adalah pendukung latihan seperti juru masak dan lain lain.

Kata Presiden, bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, tapi kita lebih cinta kemerdekaan. "Awal revolusi kemerdekaan dan tahun-tahun setelah kita merdeka, kita berjuang dengan gigih memperjuangkan kemerdekaan. Itu ditebus dengan darah dan keringat para pahlawan dan pendahulu kita, setelah merdeka tugas kita mempertahankan kedaulatan itu," ujar Presiden.

“Ini adalah tugas pokok TNI sesuai dengan UUD 1945, mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara," tambah Presiden. Presiden juga mengingatkan bahwa perang adalah jalan terakhir bila tidak ada cara lain. Diusahakan cari solusi berbagai cara untuk dapat diatasi selain perang. Tetapi bila tidak ada jalan lain, maka perang adalah jalan terakhir. "TNI harus siap mempertahankan dan mengemban tugas kapan saja dan dimana saja," tegas Presiden.

Menurut Presiden, TNI disebut siap apabila sudah mempunyai 5 pilar, yaitu personil dan prajurit yang siap bertempur, telah dididik dan dilatih dengan baik, fisik kuat mental kokoh, dan memiliki kemampuan bertempur yang handal. Kedua, persenjataan dan peralatan ditingkatkan, memodernisasi dan meningkatkan kemampuan, termasuk logistik agar makin kuat. Ketiga kecepatannya untuk digerakkan setiap saat, baik lewat darat-laut-udara kesiagaan harus tinggi. Keempat kesejahteraan prajurit dan keluarganya harus terus ditingkatkan. Pemerintah Indonesia berusaha sekuat tenaga untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. Kelima, kepemimpinan yang baik mulai dari panglima TNI hingga komandan regu, para pemimpin harus memiliki semangat yang tinggi.

Presiden mengungkapkan perasaan bangganya atas profesionalisme, semangat dan hasil yang telah disaksikannya dari awal hingga akhir latihan, bagaimana prajurit itu menyerbu dan merebut pertahanan lawan. Presiden berjanji, ke depannya nanti sesuai dengan perkembangan ekonomi secara bertahap akan meningkatkan kesejahteraan anggota TNI dan keluarganya dan peralatan. "Kita ingin melihat lebih banyak lagi helikopter-helikopter yang berterbangan di area latihan secara bertahap, sesuai dengan anggaran pertahanan kita itu akan ditingkatkan," kata Presiden.

Usai acara pukul 14.00 WIB, Presiden dan rombongan segera meninggalkan lokasi, dengan menumpang helikopter yang take off dari helipad Bukit Cakra, Kecamatan Cibenda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, langsung menuju Lanud Halim Perdana Kusuma. (osa/nnf)