Berita Utama

Presiden:

Pilkada Aceh Titik Penting yang Bersejarah

Presiden SBY memberi keterangan kepada para wartawan soal Pilkada Aceh yang aman dan tertib, di halaman Kantor Kepresidenan, Senin (11/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY memberi keterangan kepada para wartawan soal Pilkada Aceh yang aman dan tertib, di halaman Kantor Kepresidenan, Senin (11/12) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Aceh, KIPP, dan aparat keamanan, termasuk pemantau independent dalam dan luar negeri, yang ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pilkada Aceh. “Alhamdulillah, melalui pemantauan yang kami laksanakan hingga saat ini, pemilihan Kepala Daerah di seluruh Aceh berjalan secara aman, tertib dan demokratis,” kata Presiden SBY kepada wartawan di depan Kantor Presiden, Senin (11/12) siang.

“Satu jam yang lalu, saya mendapatkan laporan langsung, posisi pemilih di TPS mencapai kurang lebih 2/3 jumlah pemilih dan diharapkan sampai pukul 14.00 WIB ini semua telah memberikan suaranya di tempat-tempat yang telah disediakan. Dalam laporan itu juga disebutkan ada insiden kecil di wilayah Aceh Utara dan Timur, tetapi insiden tersebut sangat tidak berarti dan tidak mengganggu sama sekali proses Pilkada,” lanjut Presiden.

Sebagaimana telah disampaikan Presiden SBY pada 9 Desember lalu di Masjid Istiqlal, ketika bertemu dengan masyarakat Aceh perantau yang ada di Jakarta, Presiden menginginkan Pilkada Aceh dapat berlangsung dengan baik. “Karena penyelesaian Aceh secara damai, Aceh yang bisa membangun masa depannya yang lebih baik dalam keutuhannya dengan keluarga besar bangsa Indonesia. Ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama kurang lebih 30 tahun itu. Pilkada ini adalah titik penting yang bersejarah, sekaligus titik kritis yang harus kita kawal dan kita selamatkan,” ujar Presiden SBY.

Menurut Presiden, raktar Aceh sudah melampaui tiga tahapan kritis. Pertama adalah setelah ditandatanganinya MoU penyerahan senjata eks-GAM dan penarikan satuan non- organik Kepolisian dan TNI. Tahapan kedua adalah revisi UU yang berlaku bagi provinsi Aceh. “Dengan telah dikeluarkannya UU pemerintahan Aceh, tahapan yang kedua ini juga dapat kita lampaui dengan baik. Dan Pilkada ini adalah tahapan ketiga yang mudah-mudahan dapat kita selesaikan dengan baik,” tambahnya.

Presiden berharap penghitungan suara yang dimulai Senin sore ini dapat berjalan dengan baik. “Bila ada hal-hal yang oleh kandidat dianggap tidak tepat, ada proses hukum dan ada langkah-langkah yang dapat ditempuh sebagaimana mestinya. Jangan membuat masalah yang mengganggu keberhasilan Pilkada ini,” kata Presiden SBY. (osa)