Berita Utama

SBY Terima Kontingen TNI-AD yang Sukses di Hanoi

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara hari Senin (11/12) petang menerima 59 atlet TNI AD yang mengikuti lomba menembak di Mimon, Hanoi, Vietnam, dari tanggal 25 November s/d 9 Desember 2006. Para atlet tersebut telah merebut juara pertama di ASEAN Army Rifle Match (AARM) ke-16. Presiden atas nama negara dan pemerintah, mengungkapkan rasa bangganya serta memberikan ucapan selamat kepada para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di forum internasional tersebut.

Dalam laporannya, Komandan Kontingen Letkol Inf. I Nyoman Santiasa, menjelaskan bahwa kontingen Indonesia meraih urutan pertama dalam perolehan medali dan trofi, kemudian disusul oleh Filipina serta Singapura. Indonesia mampu memenangkan 24 emas, 10 perak, serta 9 perunggu, dan juga 9 trofi untuk menembak kategori senapan, karaben, pistol putra, pistol putri, serta senjata otomatis. "Perolehan 9 trofi didapat dari juara umum tim senapan, juara umum tim karaben, juara umum tim pistol putra, juara umum tim pistol putri, tim senapan otomatis, perorangan pistol putera, juara umum plat baja tim karaben, plat baja tim pistol putera serta juara umum tim pistol puteri," kata I Nyoman Santiasa.

Sebelum memberi sambutan, Presiden SBY menyematkan Satya Lencana Pembangunan serta pemberian piagam tanda kehormatan kepada Direktur Utama PT. Pindad, Budi Santoso, karena PT. Pindad dianggap telah mampu mendesain dan memproduksi senapan serbu SS-1 dan SS-2 yang digunakan para atlet. Kualitasnya terbukti handal, unggul dan tidak kalah dengan kualitas senapan-senapan sejenis. Kata SBY dalam sambutannya, "Diharapkan penghargaan ini dapat memberikan motivasi, semangat untuk mengembangkannya lagi di waktu yang akan datang. Bukan hanya senapan, tapi juga produk-produk yang lain. Pendek kata, industri nasional kita harus betul-betul berkembang dari masa ke masa sehingga Indonesia pada saatnya nanti masuk menjadi negara yang memiliki kapasitas dan kualitas industri yang maju dan handal," ujar Presiden.

"Salah satu ukuran sebuah bangsa, dipandang sebagai bangsa terhormat adalah memiliki prestasi di bidang olahraga yang baik dan tinggi, terlebih kalau prestasi di bidang olahraga itu dapat ditampilkan pada forum internasional," kata Presiden SBY. Ditambahkan, prestasi di bidang olahraga yang baik dan tampil pada tingkat dunia, ikut meningkatkan citra dan nama baik bangsa Indonesia. "Untuk menuju prestasi semacam ini tidaklah mudah. Kalian harus berlatih dengan tekun, semangat, dengan penuh kedisiplinan untuk mengangkat harkat, martabat dan nama baik. Bukan hanya TNI, tapi bangsa dan negara kita," Presiden SBY menambahkan.

"Kalau kita punya tujuan, kalau kita punya sasaran, harus dipastikan bahwa tujuan dan sasaran itu dapat dicapai. Kalau kita menentukan tujuan dan sasaran, harus diyakini bahwa kita punya kemampuan untuk mencapai sasaran itu" kata SBY, yang yakin dan percaya bahwa Indonesia bisa mencapai tujuan dan sasaran itu, yaitu berada pada peringkat papan atas jika bertanding dalam keolahragaan di lingkungan Asia Tenggara.

Turut hadir dalam acara yang diadakan di Istana Negara tersebut antara lain Menhan Juwono Sudarsono, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, KSAD Jenderal TNI Joko Santoso, KSAU Marsekal Herman Prayitno, Seskab Sudi Silalahi serta dua juru bicara kepresidenan, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Di akhir acara, Presiden SBY beramah tamah dengan para peserta yang hadir dan juga sempat melihat trofi-trofi yang telah dimenangkan oleh para peserta lomba tembak. Presiden SBY juga sempat melihat beberapa senapan SS-1 dan SS-2 hasil karya PT. Pindad. (mit)