Berita Utama

Peserta Kursus Lemhanas Angkatan 39

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (13/12) di Istana Negara menerima Gubernur Lemhanas Prof. DR. Muladi, SH yang datang bersama para peserta Kursus Reguler Angkatan (KRA) ke 39 Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional). KRA angkatan ini telah berlangsung selama delapan setengah bulan, dari tanggal 18 April 2006 hingga 21 Desember 2006, dengan peserta 89 orang yang terdiri dari pejabat senior terpilih eselon I dan II dari TNI, Polri, Departemen dan Non Departemen, Partai Politk dan Sosial Kemasyarakatan.

Dalam sambutannya Gubernur Lemhanas Muladi mengatakan, salahsatu tugas Lemhanas adalah mendidik, menyiapkan kader, dan memantapkan pimpinan nasional melaui berbagai kegiatan. "Kegiatan-kegiatan itu meliputi program pendidikan, penyiapan materi, penyiapan operasional pendidikan, dan pembinaan peserta dan alumni serta evaluasi rencana pendidikan tahun 2007 yang dimasa mendatang akan mengalami perubahan signifikan, antara lain pelaksanaan pendidikan melalui dua tahap, tahap pertama pendidikan sistim jarak jauh, lalu tahap kedua menjalankan pendidikan didalam Lemhanas," kata Muladi.

Presiden SBY berharap agar Lemhanas terus menerus melakukan perubahan untuk menjadi institusi bertaraf kelas dunia. “Kita mengharapkan Lemhanas akan menjadi institusi yang setara dengan insitusi sejenis di negara lain, yang saya pantau perkembangannya, terus – menerus melakukan reformasi dan restrukturisasi. Apakah menyangkut organisasi, kurikulum dan metodologi, sistem evaluasi, bahan bahan ajaran, kegiatan pendidikan, serta kegiatan pengkajian, yang jika terus dilakukan perbaikan, tidak lama lagi Lemhanas akan menjadi salah satu center of excellent berperingkat world class,” kata Presiden SBY.

Menurut Presiden, kekuatan Lemhanas adalah mendalami sistem, mendalami manajemen, dan juga mempelajari dalam arti mengenali praktek dan teori kepemimpinan. "Untuk itu para pengelola kehidupan bernegara di Indonesia, sebutlah, bupati, walikota, gubernur, menteri dan termasuk saya, mengerti betul manajemen. Mengerti kepemimpinan. Dengan demikian apa yang dikeluarkan, apakah keputusan, regulasi dan lain-lain, tetap dalam kerangka kehidupan bernegara yang benar," tambahnya.

Tapi Presiden SBY juga mengingatkan, sebuah perubahan reformasi jangan menanggalkan fundamental konsensus, yang telah dibangun oleh para pendahulu. " Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, disebut-sebut sebagai konsensus dasar kita, yang akan mengiringi terus perjalanan republik ini ," lanjutnya.

Tampak hadir mendampingi Presiden SBY, Menko Polhukam Widodo AS, Menkokesra Aburizal Bakrie, Menhan Juwono Sudarsono, Meneg PAN Taufik Efendi, Seskab Sudi Silalahi, Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto, Kapolri Sutanto, KSAD Joko Sutanto, dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (win)