Berita Utama

Presiden akan Terima Delegasi Aceh Monitoring Mission

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menerima delegasi Aceh Monitoring Mission (AMM) pimpinan Pieter Feith pada hari Sabtu 16 Desember 2006 pukul 16.00 WIB. Sehari sebelumnya, AMM akan meninggalkan Aceh karena masa tugasnya sesuai MoU Helsinki telah selesai. Dalam kesempatan tersebut, Pieter Feith akan memberikan “European Security and Defence Policy Service Medal” dari Uni Eropa kepada Presiden SBY.

“Menarik dicatat, pengakhiran tugas misi UE di Aceh ini merupakan suatu hal yang langka dalam sejarah misi perdamaian Uni Eropa secara global, dalam hal ini mengindikasi suksesnya AMM, suksesnya MoU Helskinki dan suksesnya Pilkada Aceh pada 11Desember kemarin,” kata Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal. “Dan pihak lain yang menerima medali ini adalah mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari,” tambahnya.

Setelah menerima delegasi AMM, Presiden SBY akan menerima courtesy call Presiden Republik Demokrasi Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao pada pukul 17.00 WIB. “Presiden SBY mempunyai hubungan kerja dan hubungan pribadi yang sangat erat dan akrab dengan Presiden Xanana. Pertemuan keduanya yang terakhir terjadi di Bali tanggal 17 Juni 2006, dan sebelumnya Presiden SBY bertemu PM Jose Ramos Horta tanggal 15 Juli 2006,” ujar Dino.

“Dalam pertemuan dengan Xanana Sabtu depan, Presiden SBY antara lain akan menyampaikan selamat dan penghargaan atas keputusan Timor Leste menandatangani Treaty of Amity and Cooperation sewaktu KTT Asean di Cebu bulan Januari nanti. “Dengan aksesi Timor Leste tersebut, seluruh Negara Asia Tenggara akan menjadi pihak penandatangan pada Treaty of Amity and Cooperation tersebut, dan hal ini penting bagi stabilitas kawasan,” lanjutnya. (osa)