Berita Utama
Senin, 18 Desember 2006, 12:15:21 WIB
Hari Nusantara di Padang, Sumbar
600 Unit Motor Tempel untuk Nelayan
Padang: Setiap tanggal 13 Desember setiap tahun pemerintah memperingatinya sebagai Hari Nusantara. Menurut Menteri Dalam Negeri M. Maruf, peringatan ini memiliki arti strategis, mengingat perlunya dunia internasional mengetahui bahwa laut Indonesia menjadi satu kesatuan tanah dan air. Sasaran yang ingin dicapai adalah untuk mempertebal semangat kebangsaan dan persatuan semua komponen bangsa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.Tahun ini, peringatan Hari Nusantara 2006 yang bertemakan “Perteguh Negara Kesatuan Republik Indonesia Sebagai Negara Nusantara untuk Tingkatkan Daya Saing Bangsa,” dipusatkan di Pelabuhan ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) Teluk Bungus, Padang, Sumatera Barat.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang oleh masyarakat Sumbar dianugerahi gelar Dipatuan Maharajo Pamuncak Sari Alam, serta Ibu Ani yang bergelar Puan Puti Ambun Sari, menghadiri puncak peringatan Hari Nusantara ke-7. Presiden dan rombongan tiba di tempat acara disambut Mendagri M. Ma’ruf, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi.
Presiden menyaksikan penyerahan bantuan dan penghargaan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan berupa 600 unit mesin motor tempel kepada nelayan di Sumatera Barat, dan mesin pembuat pakan ikan. Sementara Menteri Perhubungan menyerahkan beberapa bantuan, diantaranya berupa 3 unit kapal perintis, dan pemberian penghargaan kepada penjaga menara suar teladan tingkat nasional. Sedang Mendagri menyerahkan seperangkat peralatan early warning system untuk mewaspadai tsunami, kepada Gubernur Propinsi Sumbar, Gamawan Fauzi.
Presiden dalam sambutannya antara lain mengingatkan, melalui Deklarasi Juanda, laut bukanlah pemisah pulau-pulau di seluruh nusantara, namun laut adalah perekat kedaulatan negara. (osa/mit)



