Berita Utama
Jumat, 22 Desember 2006, 11:30:59 WIB
Presiden:
Perempuan Indonesia Adalah Aset Besar
Presiden SBY memberikan sambutan pada peringatan Hari Ibu di TMII, Jakarta, Jumat (22/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Menurut Presiden, ada empat agenda yang menjadi fokus pemerintah mengenai perempuan. "Satu, perlindungan terhadap kaum perempuan dari kekerasan, kejahatan dan tindakan yang ekstrim. Kedua, peningkatan kualitas hidup perempuan sesuai dengan indeks pembangunan manusia. Ketiga, memajukan dan mengembangkan kaum perempuan di segala bidang baik politik, ekonomi maupun sosial. Keempat memastikan bahwa tatanan kehidupan UU dan peraturan lainnya harus adil, tidak bias jender, dan tidak diskriminatif," jelas Presiden.
Ditambahkan, pemerintah memiliki kepentingan untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak-anak. “Saya melihat, perempuan Indonesia merupakan potensi dan aset yang luar biasa. Tidak saja karena melihat jumlahnya, tetapi juga karena kecenderungan watak dan karakternya yang terbuka, tekun, penyabar dan jujur,” kata Presiden. “Tapi tidak boleh terlalu GR,” canda Presiden diiringi gelak tawa para ibu-ibu. “Watak seperti ini nantinya akan mampu menjadi kelompok masyarakat yang tangguh, demokratis dan berdedikasi tinggi,” lanjutnya.
Presiden SBY kembali mengingatkan kembali apa yang telah disampaikannya di depan Kaukus Perempuan Parlemen seluruh Indonesia tentang usulan penyempurnaan sistem pemilu untuk pemilu yang akan datang. “Sistem pemilu yang adil bagi semua adalah sistem proporsional terbuka tanpa nomor urut. Dengan sistem ini, siapa yang mendapat suara terbanyak, laki-laki atau perempuan didalam partai masing-masing, otomatis terpilih sebagai wakil rakyat. Dengan demikian, tidak perlu lagi ada istilah nomer sepatu atau nomer jadi yang dapat saja namun tidak selalu bersifat diskriminatif,” terang Presiden.
Di dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan, lanjut Presiden, perempuan harusnya jangan hanya menggantungkan pada pihak lain. Perempuan sendiri bisa melakukan upaya pengembangan dirinya dengan self development. Oleh karena itu perempuan harus mengembangkan self respect (menghormati diri sendiri), self confident (keyakinan pada diri sendiri), self reliance (memiliki kemandirian), dan self improvement (mengembangkan dirinya). "Saya yakin, semua masyarakat yang ada di Indonesia ingin melindungi dan memberdayakan kaum perempuana, namun kaum perempuan harus bisa mengembangkan dirinya sendiri,” tegas Presiden.
Presiden SBY berharap kaum perempuan Indonesia dapat lebih aktif lagi memelihara harmoni dalam keluarga, menyelamatkan putra/putrinya agar tidak terjerumus dalam narkoba, kekerasan dan tindakan asusila, serta membangunan komunitas lokal pedesaan dan kecamatan yang terbukti berhasil membangun bangsa dan negara. (osa)



