Berita Utama
Selasa, 26 Desember 2006, 11:42:08 WIB
SBY Hadiri Peringatan HUT LKBN Antara
Presiden SBY bersama Rosihan Anwar pada acara HUT ke-69 LKBN Antara di Wisma Antara, Selasa (26/12) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Dalam sambutannya, Presiden SBY antara lain mengatakan, pemerintah segera mensahkan status LKBN Antara sebagai Perusahaan Umum agar dapat segera mengemban amanat sebagai public service, di sisi lain, usaha yang dilakukan bisa mendatangkan profit yang menjanjikan untuk kemajuan LKBN Antara sendiri. Menurut Presiden, pemerintah memiliki komitmen untuk segera memastikan bahwa status perusahaan umum itu bisa diberlakukan. "Insya Allah bulan depan status perusahaan umum LKBN Antara segera saya tandatangani, karena ini sudah kita bicarakan, kemudian ditindak lanjuti pada tingkat menteri," kata SBY.
"Komitmen pemerintah sangat nyata, kita berterima kasih kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang merumuskan anggarannya. Pertumbuhan kita pasca krisis, alhamdulillah, sudah bergerak ke atas, meskipun masih di bawah 6 persen tahun ini. Dengan pertumbuhan 5,6 persen APBN Rp 650 trilyun jadi Rp 700 trilyun, tetapi biaya LKBN Antara naik 300 persen. Mestinya ini perlu dicatat sebagai sesuatu yang luar biasa," tambah Presiden SBY. Diperkirakan tahun 2007, tadinya bantuan ke LKBN Rp 32,4 milyar akan bertambah menjadi Rp 54,7 milyar. Untuk itu, Presiden berharap agar terus ditingkatkan kinerja LKBN Antara sampai memiliki postur, kapasitas, instrumen, sistem yang betul-betul handal sehingga bisa mengemban tugas dengan baik.
Ketua LKBN Antara, Asro Kamal Rokan mengatakan, dengan ditetapkannya LKBN Antara sebagai badan hukum, maka tidak ada pilihan bagi Anatara kecuali membangun secara profesional. "Kita masuk ke wilayah bisnis, wilayah yang mengharuskan kita untuk profesional, kreatif dan inovatif sebagai jendela Indonesia untuk nasional dan internasional," katanya.
Sampai saat ini, LKBN Antara yang memiliki 800 karwayan dan 23 biro. Setiap hari memproduksi 700 berita dari seluruh Indonesia dan dari luar negeri. Antara telah memasukkan berita dan foto ke 250 media cetak dan televisi, 100 lebih radio dan kantor berita di seluruh dunia. "Antara menyiarkan 60 berita dalam bahasa Inggris, dan 40 berita dalam bahasa Arab ke Timur Tengah," kata Asro yang terpilih menjadi Presiden dari Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) dalam pertemuan dewan eksekutif OANA di Teheran, Iran bulan November. Selama 3 tahun ke depan, Antara akan memimpin kerja sama pertukaran informasi di antara 33 negara anggotanya. (win/mit)



