Berita Utama
Rabu, 27 Desember 2006, 12:00:05 WIB
Tujuh Langkah Penanganan Bencana Banjir
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (27/12) pagi memberikan pengarahan kepada Kepala Pelaksana Harian Bakornas Penanganan Bencana, Samsul Ma’arif mengenai tujuh langkah yang harus dilaksanakan untuk mengatasi bencana banjir. Ketujuh langkah tersebut adalah melanjutkan pencarian korban, merawat para pengungsi, mengerahkan sumber daya logistik yang ada, mengerahkan unsur-unsur PMI, memperbaiki infrastruktur yang rusak, mengerahkan dana dari pusat, serta komunikasi untuk menyampaikan data-data yang akurat sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.Sebelumnya, Samsul Ma’arif melaporkan kegiatan Satkorlak, Satlak serta Bakornas Penanganan Bencana Pusat yang telah melaksanakan tugasnya untuk mengatasi bencana banjir ini. “Kami melaporkan kondisi terakhir, bahwa dengan semakin surutnya air, maka sebaran distribusi logistik terhadap para pengungsi sudah bisa ditangani. Ada beberapa ruas-ruas jalan yang masih tertutup akibat longsor dan sisa-sisa barang yang terseret banjir, tetapi kita telah mengerahkan jembatan udara, yaitu dua helikopter Super Puma milik TNI AU, dua helikopter Bell milik TNI AD dan satu helikopter Pelita yang saat ini berada di bawah kendali Pemda NAD,” kata Samsul di hadapan wartawan.
Kata Samsul, tempat-tempat yang menjadi fokus penanganan bencana adalah Tamiang dan Gayo Luwes. Para pengungsi yang terisolir kini sudah dapat dijangkau oleh helikopter. “Kami menyediakan dua pesawat Hercules C 130 yang saat ini sedang berada di Medan dan Halim. Tugas mereka adalah mengangkut barang-barang logistik yang diperlukan ke Lhok Seumawe,” jelas Samsul.
“Hari ini rencananya akan dikirim barang-barang bantuan berupa makanan bayi, biskuit dan susu serta obat-obatan seberat lebih kurang lima ton dari Jakarta,” kata Samsul. “Selain itu telah dikirim juga enam unit Ambulance beserta obat-obatan, dan akan menyusul lagi empat tim kesehatan akan berangkat melalui jalur Medan ke arah Tamiang,” lanjutnya.
Pemda saat ini sedang mengupayakan inovasi-inovasi baru untuk mendistribusikan logistik. “Salah satu invoasi itu adalah mengerahkan kuda-kuda yang ada di sekitar daerah terdekat untuk menjangkau daerah terpencil,” ujar Samsul. Menurut data Bakornas PB Pusat, jumlah korban meninggal di Mandailing Natal 27 orang dan 1 orang hilang. Di Langkat, 9 orang meninggal dan 5 orang hilang. Sementara di NAD, dilaporkan 69 orang meninggal dan 205 orang hilang, dan di Riau, 1 orang meninggal.
“Presiden SBY senantiasa mengikuti terus perkembangan penanganan bencana ini. Sejak awal, Presiden terus menerus berkomunikasi dengan para Gubernur masing-masing daerah bencana dan memastikan system bekerja dengan baik di pusat maupun daerah,” kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng yang mendampingi Samsul Ma’arif. (osa)



