Berita Utama

Kembali Galakkan Pembangunan Infrastruktur

Presiden SBY menyerahkan penghargaan Pekerjaan Umum kepada Gubernur DKI Sutiyoso, di Istana Negara, Kamis (28/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyerahkan penghargaan Pekerjaan Umum kepada Gubernur DKI Sutiyoso, di Istana Negara, Kamis (28/12) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Salah satu elemen penting untuk menjaga kelangsungan pembangunan infrastruktur adalah jasa kontruksi. Jasa kontruksi ini merupakan tulang punggung bagi pembangunan infrastruktur dan mampu memberikan kontribusi sekitar 6 persen dari pendapatan domestik bruto, serta menyerap tenaga kerja sekitar 5 persen dari angkatan kerja tahun 2005.

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya pada acara Peringatan Puncak Hari Bhakti Pekerjaan Umum dan Konstruksi Indonesia 2006, di Istana Negara, Kamis (28/12) pagi. “Pentingnya peranan jasa kontruksi dalam pembangunan infrastruktur mendorong kita untuk melakukan pembinaan dengan sungguh-sungguh sehingga jasa kontruksi di Indonesia dapat berkembang pesat,” tambahnya.

Hari Bhakti Pekerjaan Umum dan Konstruksi Indonesia 2006 mengambil tema “Dengan Semangat Sapta Taruna Kita Tingkatkan Pelayanan Infrastruktur Dalam Rangka Mendukung Terwujudnya Indonesia yang Aman dan Damai, Adil dan Demokratis Serta Sejahtera”. Menurut Presiden, tema ini mengandung semangat dan spirit untuk bekerja keras untuk membangun bangsa dan negara bersama-sama. “Tema ini sejalan pula dengan satu fokus dan agenda kebijakan nasional yaitu percepatan pembangunan infrastruktur,” ujar Presiden di hadapan para Gubernur, Walikota, dan Bupati penerima Penghargaan PU.

Presiden minta masyarakat secara jujur mengakui bahwa pada dekade tahun 1980an dan 1997 pembanguan infrastruktur di Indonesia berkembang pesat. “Sarana transportasi berupa jalan dan jembatan menembus jauh ke seluruh pelosok terpencil di tanah air. Ekonomi di daerah-daerah itupun berkembang dengan baik karena infrastruktur yang baik. Krisis multidimensi pada 1997 telah menyebabkan pembangunan infrastruktur tidak mengalami kemajuan yang berarti. Kita hanya dapat memelihara infrastruktur yang ada,” lanjut Presiden.

“Sekarang kita telah memulai kembali pembangunan, lebih intensif lagi untuk membangun infrastruktur di seluruh tanah air. Untuk mewujudkan rencana pembangunan berbasis infratruktur itu, pemerintah telah menawarkan sepuluh model proyek pembangunan senilai 4,4 miliar Dollar AS dan mempersiapkan 101 proyek lain senilai 14,7 miliar Dollar AS. Proyek-proyek yang direncanakan pembangunannya adalah pembangunan jalan tol, sarana penyediaan air bersih, pembangkit listrik, perpipaan gas, prasarana transportasi dan telekomunikasi,” kata Presiden SBY. (osa)