Berita Utama
Jumat, 29 Desember 2006, 12:37:45 WIB
Laporan Timnas Pengembangan BBN kepada Presiden
Investasi 10 Miliar USD untuk Pengembangan BBN
Presiden SBY menerima Timnas Pengembangan BBN di Kantor Presiden, Jumat (29/12) pagi. (foto:hariyanto/presidensby.info)
“Tadi kami dari Timnas Pengembangan BBN melaporkan kepada Bapak Presiden dua hal. Pertama, laporan perkembangan kemajuan BBN sampai dengan Desember 2006 yaitu, laporan penyelesaian beberapa tugas dari Timnas untuk menyusun blue print mengenai road map dan ovation dari pengembangan BBN. Bukunya sudah kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan ada beberapa koreksi yang nanti akan diserahkan kepada para Gubernur pada acara 9 Januari, “ kata Hilal.
“Yang kedua laporan kepada Bapak Presiden untuk acara 9 Januar,i akan ada penandatanganan berbagai kerjasama investasi pengembangan BBN dari dalam dan luar negeri," Al Hilal Hamdi menambahkan. Investasi dari dalam dan luar negeri itu mencapai 9-10 dolar AS, ditambah dengan dana perbankan sebesar Rp 34 triliun. "Sehingga diharapkan dalam 5 tahun ke depan investasi dalam dan luar negeri akan menjadi salah satu instrumen utk mencipkatan lapangan kerja yang lebih besar, mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan petani, dan sekaligus untuk menambah pasokan energi Indonesia di masa yang akan datang," jelas Hilal lagi.
Pada acara 9 Januari 2007 mendatang, lanjut Hilal, akan hadir sekitar 50 pihak yang terdiri dari berbagai kelompok. Yaitu kelompok pembiayaan, seperti Wolrd Bank, AFC, yang akan menandatangani komitmen pembiayaan BBN. Kelompok usaha patungan dalam dan luar negeri, seperti CNOOC dari China yang bermitra dengan kelompok Sinar Mas, kelompok Mitsui, Mitsubishi dari Jepang, Samsung dan AGB Energy dari Korea, Genting Bio Fuel dari Malaysia, serta beberapa pihak dari Singapura yang juga akan hadir dengan beberapa partner lokal.
Kelompok lain adalah yang mengembangkan konsep kemitraan bersama masyarakat melalui upaya community development. Seperti Chevron, Star Energy, Pertamina dan kelompok-kelompok di masyarakat, serta berbagai perusahaan dengan kelompok mitranya di Indonesia yang mengembangkan riset.
Ketika menerima Timnas Pengembangan BBN, Presiden SBY didampingi oleh menteri-menteri pengarah, seperti Menko Perekonomian Boediono, Menkeu Sri Mulyani, dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Dalam pertemuan itu Presiden meminta agar beberapa kendala di dalam investasi dengan pengembangan biofuel ini bisa diatasi. Misalnya jangka waktu untuk menyelesaikan perijinan dan keringanan insentif pajak.
“Rencananya Bapak Presiden akan menandatangani revisi Peraturan Pemerintah No.148 tahun 2000 tentang insentif pajak untuk usaha tertentu maupun daerah tertentu. Harapannya bahwa 2007 sudah bisa efektif, berupa tax allowance, penyusutan dipercepat, kompensasi kerugian, dan pembebasan keringanan bea masuk untuk usaha industri hulu sampai hilir bahan bakar nabati, “ ujar Hilal.(nnf)



