Berita Utama
Jumat, 29 Desember 2006, 17:13:25 WIB
Laporan Peta Potensi Banjir di Indonesia
Daerah Agar Waspada
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima laporan dari Mendagri M. Ma'ruf dan Ketua Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sri Woro Budiyati Harijono mengenai perkembangan situasi curah hujan dan kaitannya dengan potensi bencana alam banjir di seluruh indonesia di Kantor Presiden hari Jumat (29/12) pukul 16.00 WIB.Dalam konferensi pers yang diadakan setelah melapor kepada Presiden SBY, Ketua BMG menjelaskan kepada wartawan mengenai daerah daerah di seluruh Indonesia yang berpotensi terkena banjir sekitar Januari-Februari 2007 mendatang. "Kami memiliki peta potensi banjir, peta yang berdasarkan historis, bahwa kecamatan-kecamatan tertentu yang terkena banjir apabila terkena curah hujan dalam jumlah tertentu," kata Sri Woro.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Mendagri M.Ma'ruf bahwa data yang diterima dari BMG akan diteruskan ke daerah-daerah secara periodik. M.Ma`ruf juga mengharapkan para kepala daerah benar-benar mewaspadai dan mengantisipasi datangnya bencana banjir.
"Kami juga memberikan petunjuk agar semua kepala daerah benar-benar memperhatikan dan mewaspadai potensi bencana alam banjir di daerah masing-masing. Seluruh kepala daerah harus meningkatkan kesiapsiagaan Satlaknya, sampai kepada tingkat desa dan masyarakat secara luas," ujar Mendagri. Ia juga menambahkan bahwa kesiapsiagaan personel, kebutuhan alat-alat transportasi, termasuk juga transportasi udara harus disiapkan. Apabila banjir biasanya transportasi darat menjadi terbatas untuk digunakan. Kemudian kesiapan logistik, misalnya bahan makanan, obat-obatan, air bersih, dan pakaian yang dibutuhkan juga harus dipersiapkan.
Mendagri mengharapkan seluruh kepala daerah untuk benar-benar memeriksa early warning system dengan teliti. Sehingga apabila ada kejadian bencana alam, laporan dapat dilakukan dengan cepat. Selain itu, M.Ma`ruf juga menginstruksikan kepada kepala-kepala daerah untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara aparat, termasuk TNI, Polri, juga masyarakat.
Mendagri menjelaskan kembali mengenai hal-hal terpenting yang wajib dilakukan apabila terjadi bencana. "Kita harus mengutamakan keselamatan jiwa manusia. Selain itu mengutamakan tindakan kedaruratan meliputi kemungkinan-kemungkinan evakuasi, juga mempermudah jalannya bantuan logistik termasuk obat-obatan, mempercepat pendataan," ujar Mendagri yang didampingi Sri Woro dalam konferensi persnya.
Dalam pertemuan dengan Presiden SBY, Mendagri juga melaporkan perkembangan terakhir kondisi banjir di Nanggroe Aceh Darussalam. Terdapat 71 orang meninggal, mengungsi 203.722 orang, sedangkan yang belum ditemukan sekitar 169 orang. Di Sumatera Utara yang meninggal 70 orang, mengungsi 7088 orang, 8 orang belum diketemukan. (mit)



