Berita Utama
Selasa, 2 Januari 2007, 11:24:42 WIB
Dukacita Presiden Untuk Korban Kecelakaan Transportasi
Perhitungkan Faktor Cuaca
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam atas musibah bencana alam banjir yang meninpa sejumlah daerah di Indonesia, kecelakaan transportasi kapal motor Senopati dari Kalimantan menuju Semarang, dan kecelakaan maskapai penerbangan Adam Air Surabaya-Manado. Hal tersebut diungkapkan Presiden SBY saat meresmikan pembukaan perdagangan Bursa Efek pertama tahun 2007 di Gedung Bursa Efek Jakarta, Selasa (2/1) pagi.“Sekarang ini kita telah melakukan segala upaya untuk mengatasi bencana banjir yang sisanya masih kita rasakan di beberapa tempat. Langkah-langkah SAR terhadap musibah kapal motor Senopati Nusantara dan sekarang proses evakuasi Adam Air juga tengah dilakukan. Ini menjadi kewajiban pemerintah,” kata Presiden. Menurut perkiraan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), keadaan cuaca yang tidak normal masih akan berlanjut. “Artinya kita harus terus waspada,” lanjut Presiden.
Presiden SBY meminta masyarakat Indonesia untuk mulai membudayakan pentingnya memperhatikan faktor cuaca. “Terus terang, budaya untuk peduli terhadap cuaca di Indonesia masih kurang tinggi. Oleh karena itu mulai sekarang, marilah kita peduli dan memperhitungkan faktor cuaca dalam melaksanakan kegiatan, utamanya yang berhubungan dengan keselamatan rakyat kita seperti transportasi darat, laut dan udara,” ujar Presiden.
Saat ini pemerintah telah menginformasikan kepada para pimpinan daerah dan masyarakat luas mengenai curah hujan yang masih tinggi di berbagai tempat di Indonesia, baik itu cuaca di atas lautan maupun daratan. “Harapan saya seluruh maskapai transportasi, betul-betul mempedomaninya untuk meningkatkan faktor keselamatan dari sektor perhubungan kita. Bagi daerah-daerah yang diperkirakan masih akan tinggi curah hujannya, saya berharap akan dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mengelola dan menanggulangi kalau sewaktu-waktu banjir datang,” ujar Presiden di hadapan lebih kurang 500 undangan yang hadir.
Kepada para pimpinan daerah di seluruh tanah air, Presiden berharap agar benar-benar memprediksi dan mengantisipasi faktor cuaca untuk mengelola masyarakat di tempatnya masing-masing. Selain itu, Presiden juga telah meminta Menteri Perhubungan untuk menginventarisasi dan meneliti, apakah kapal-kapal milik Indonesia yang berlayar di samudera yang luas itu sudah didesain, dirancang, dan dibangun sedemikian rupa sehingga mampu menghadapi situasi yang sangat buruk. “Harus kita pastikan bahwa kapal-kapal yang menyeberangi samudera luas, yang tiba-tiba ombaknya bisa mencapai 3-6 meter itu harus betul-betul bisa mengatasi keadaan alam yang sulit,” pesan Presiden. (osa)



