Berita Utama

Di Cilegon

Presiden Resmikan 4 Pabrik Gula dan 1 Pabrik Plastik

Presiden SBY meresmikan empat pabrik gula rafinasi dan satu pabrik plastik di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Rabu (3/1) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Presiden SBY meresmikan empat pabrik gula rafinasi dan satu pabrik plastik di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Rabu (3/1) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Cilegon: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (3/1) pagi, meresmikan empat pabrik gula rafinasi dan satu pabrik plastik PT Super Plastindo Tianfeng. Seluruh pabrik tersebut berlokasi di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Selain Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, turut mendampingi Presiden adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Seskab Sudi Silalahi, serta Juru Bicara Kepresidenan Andi A.Mallarangeng.

Kempat pabrik gula rafinasi tersebut, dua merupakan pabrik baru, sedangkan dua lainnya merupakan perluasan. Kedua pabrik baru itu adalah PT Permata Dunia Sukses Utama dan PT Sentra Usahatama Jaya. Sedangkan pabrik perluasan adalah PT Angels Product dan PT Jawa Manis Rafinasi.

Rombongan tiba di tempat acara disambut oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Gubernur (Plt) Banten Ratu Atut Chosiyah. Dalam laporannya, Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia Melvyn Korompis mengatakan, keberadaan pabrik gula rafinasi ini dalam rangka memperkuat ketahanan pangan, khususnya gula pasir, yang sampai saat ini produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. "Untuk merealisasikan 4 unit pabrik gula rafinasi ini, jumlah investasi diperkirakan mencapai lebih kurang 115 juta dolar AS, sedangkan untuk 1 unit pabrik karung plastik investasinya sebesar 15 juta dolar," kata Melvyn.

Pembangunan pabrik-pabrik ini menggunakan lebih dari 50 persen komponen dalam negeri. Tema peresmian pabrik ini adalah "Wujudkan Swasembada Gula Nasional Bersama Gula Rafinasi".

Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan bahwa pabrik-pabrik ini dapat memberikan sumbangan penting bagi perkembangan industri gula nasional. "Di dalamnya terkandung upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah daerah dan dunia usaha untuk terus mengembangkan industri dalam negeri kita," ujar Presiden. Kapasitas produksi sebelumnya 310 ribu ton per tahun, kini meningkat menjadi 1,22 ton pertahun. Dengan begitu, ke empat pabrik ini memenuhi lebih dari 30 persen kebutuhan gula nasional.

Setelah menyampaikan sambutannya, Presiden SBY meresmikan penggunaan pabrik dengan menekan tombol sirine dan penandatanganan prasasti. Kemudian Presiden dan rombongan meninjau pabrik dan panel visualisasi dengan menggunakan mobil golf. Dari sana, Presiden menuju rumah Walikota Tangerang menggunakan mobil. Di Ibukota Provinsi Banten ini, Presiden akan meresmikan 220 gedung SD, MI (Madrasah Ibtidaiyah), SMP, SMA dan SMK. (osa/mit)