Berita Utama
Rabu, 3 Januari 2007, 11:45:42 WIB
Pabrik Gula Dapat Mendorong Industri Terkait
Cilegon: Pembangunan dan perluasan pabrik gula rafinasi bukan hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gula di dalam negeri, tetapi juga sebagai pendorong industri terkait lainnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu saat meresmikan empat pabrik gula rafinasi dan satu pabrik plastik PT Super Plastindo Tianfeng di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Rabu (3/1) pagi.Dari keempat pabrik gula tersebut, dua merupakan pabrik baru, yakni milik PT Permata Dunia Sukses Utama dan PT Sentra Usahatama Jaya. Sedangkan dua pbrik perluasan adalah milik PT Angels Product dan PT Jawa Manis Rafinasi.
Industri gula, kata Presiden SBY, juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja untuk mendukung pengembangan industri gula. Selain itu, memberikan perlindungan bagi para petani tebu. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam hal ini. "Kebijakan-kebijakan itu, baik dalam bentuk tarif bea masuk maupun berupa pengaturan tata niaga perdagangan impor. Pemerintah juga telah melakukan pembatasan impor gula melalui importir terdaftar dan importir produsen. Pemerintah menetapkan perdagangan gula sebagai barang dalam pengawasan. Disamping itu, melalui program peningkatan produktivitas gula, telah dilaksanakan bongkar rotasi, kebun bibit induk, tebang angkut, dan kredit ketahanan pangan," Presiden menambahkan.
Saat ini, kebutuhan gula nasional mencapai 42 juta ton, 2,6 juta ton adalah gula pasir putih untuk konsumsi langsung. Sekitar 1,6 juta ton adalah gula rafinasi untuk industri makanan, minuman, dan farmasi. Namun pasokan dari 58 pabrik gula plantation baru mampu menghasilkan gula pasir putih sebanyak 2,3 juta ton. Sementara itu, keempat pabrik gula rafinasi di Cilegon ini pada tahun 2006 baru mencatat produksi riil sebesar 1,2 juta ton. "Oleh karena itu, perlu diketahui, memang kita masih melakukan impor gula, baik untuk memenuhi konsumsi langsung maupun untuk industri," ujar Presiden (osa/mit)



