Berita Utama
Rabu, 3 Januari 2007, 12:06:38 WIB
Presiden:
Wajib Hukumnya Meningkatkan Produksi Dalam Negeri
Presiden SBY meresmikan empat pabrik gula rafinasi dan satu pabrik plastik di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Rabu (3/1) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
“Kita memerlukan ketahanan pangan, antara lain beras, gula, jagung, kedelai, dan daging sapi. Karena kenyataannya kebutuhan rakyat Indonesia akan pangan belum sepenuhnya dapat dicukupi, oleh karena itu wajib hukumnya dengan sangat keras dan gigih, kita semua di seluruh Indonesia meningkatkan produksi dalam negeri,” kata Presiden.
Presiden SBY menegaskan, produksi pangan dalam negeri harus tumbuh lebih besar lagi karena kebutuhan konsumsi juga meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Apabila produksi tidak mencukupi, maka terpaksa pemerintah harus mengimpor.
“Mengimpor atau tidak tergantung apakah kita semua mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri kita. Sebab, bila stok dalam negeri kita tidak cukup memenuhi permintaan rakyat, harga akan terus naik. Akibatnya rakyat tidak dapat beli. Mari kita memahami masalah ini,” ujar Presiden. “Impor bukan tujuan, impor adalah jalan terakhir, apabila tidak ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” Presiden manambahkan.
“Saya optimis dan yakin dengan perkembangan tahun demi tahun, akan tiba saatnya nanti kita memiliki kemandirian pangan,” kata Presiden. (osa/mit)



