Berita Utama

Presiden:

Tidak Adil, Kesenjangan Intelektual

Presiden SBY meresmikan pembangunan 220 gedung SD, MI, SLTP, SMU, dan SMK di Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (3/1) siang. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Presiden SBY meresmikan pembangunan 220 gedung SD, MI, SLTP, SMU, dan SMK di Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (3/1) siang. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Tangerang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono risau kalau di negeri tercinta ini ada kesenjangan intelektual: yang pandai semakin pandai sedangkan yang kurang pandai tetap menjadi kurang pandai. Hal tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 220 gedung sekolah di Kompleks SD Negeri 5, 10 dan 16 di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (3/1) siang.

"Ini tidak adil, kesenjangan intelektual ini tidak baik, karena dapat menyebabkan mis-informasi. Berita-berita yang belum tentu benar, karena basis pengetahuan rakyat Indonesia belum cukup untuk menyaring mana yang benar dan tidak benar. Satu-satunya cara untuk memperkecil kesenjangan adalah dengan mensukseskan wajib belajar 9 tahun agar mereka memiliki standar pengetahuan yang kita harapkan," kata Presiden SBY.

"Visi pertama dari keberhasilan pembangunan yang kita tuju adalah dapat mensejahterakan rakyat indonesia di seluruh tanah air, karena mereka memiliki bekal awal dari pendidikan yang ditempuhnya. Yang kedua, dengan pendidikan yang maju maka Indonesia akan memiliki SDM yang handal," jelas SBY.

Menurut Presiden, pendidikan yang baik pada hakikatnya adalah, pertama, pendidikan yang berkualitas, mutunya baik, standarnya memenuhi harapan, kurikulumnya tepat, dan gurunya baik. Yang kedua, pendidikan yang baik di negeri kita yang secara gigih diupayakan sekarang ini harus mudah diikuti oleh seluruh rakyat. "Ini mengandung arti, akses dan kemudahan anak-anak Indonesia menempuh pendidikan harus dipermudah. Setelah mudah dan berkualitas, kita ingin pendidikan kita makin murah dan gratis bagi rakyat miskin," Presiden menambahkan.

Pemerintah akan terus meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Presiden SBY menegaskan, anggaran pendidikan kita sekarang ini sudah paling tinggi dibanding sektor-sektor yang lain. Jumlahnya Rp 44 triliun, meskipun kita harus terus meningkatkan dan menambah jumlah tersebut.

Presiden menginstruksikan seluruh kalangan untuk membangun empat komponen yang harus ada dalam diri putera-puteri Indonesia. Pertama, putera-puteri Indonesia harus memiliki mental kepribadian yang kuat. Kedua, melalui pendidikan, kita harus membangun kecerdasan putera-puteri Indonesia. Ketiga, membangun jasmani yang sehat dan kuat. Keempat, sikap rukun dan saling sayang menyayangi harus ada dalam diri mereka. (osa/mit)