Berita Utama

RI Setuju Singapura dan AS Bantu Mencari Adam Air

Jakarta: Pemerintah setuju menerima tawaran bantuan dari Singapura dan Amerika Serikat untuk mencari lokasi pesawat Adam Air yang hilang. Demikian disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dalam keterangan pers usai mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Rabu(3/1) malam.

“Tadi pagi saya menerima telpon dari Panglima Angkatan Bersenjata Singapura yang intinya menawarkan asistensi dan dukungan untuk membantu dalam proses pencarian. Oleh karena itu bukan portfolio saya, maka saya komunikasikan dengan Menteri Perhubungan apakah tawaran ini dengan peralatan dan alutista yang dimiliki bisa kita terima. Dari sisi profesionalitas dan upaya pencariaan kemanusiaan sebetulnya ini tidak ada masalah, tapi ini menyangkut bantuan negara sahabat," kata Panglima TNI.

Tawaran dari Singapura ini kemudian dilaporkan kepada Presiden SBY dalam ratas tersebut. "Respon beliau baik, bantuan dari Singapura maupun Amerika Serikat --dalam hal ini oleh Pacific Air Command-- sangat baik direspon. Beliau menyatakan setuju untuk diterima dengan persyaratan bahwa semua operasionalisasi dari bantuan tersebut harus di bawah kendali dari SAR Coordinator Mission yang ada di Makassar,“ Marsekal Djoko menambahkan.

Intinya, Singapura dan AS membantu menemukan lokasi hilangnya Adam Air sesegera mungkin dengan peralatan yang mereka miliki. Bantuan dari Singapura sudah datang pukul 20.00 WIB, sedangkan dari AS masih ditunggu hingga besok. "Mudah-mudahan bisa segera kita kerahkan dalam konteks pencarian lokasi," ujar Djoko. Bantuan yang dikirimkan oleh Singapura berupa pesawat Fokker 50.

Tim SAR sudah dua hari ini melakukan pencarian lokasi "hilangnya" Adam Air. Mereka membuka posko di Makassar. Menurut Djoko, kita perlu teknologi yang lebih untuk mencari dan mendapatkan lokasi. Menhub Hatta Rajasa menambahkan, badan SAR Nasional memiliki kerjasama dengan Badan SAR Singapura. Setiap tahun kedua pihak melakukan latihan bersama di dalam pencarian dan pertolongan. (nnf)