Berita Utama

Tim Investigasi Penyelenggaraan Haji akan Bertolak ke Arab Saudi

Jakarta: Sebelum melaksanakan Shalat Jumat berjamaah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (5/1) pagi menerima 6 orang yang telah ditunjuk menjadi Tim Investigasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1427 H, di Kantor Presiden. Mereka adalah M. Tholchah Hasan (Ketua Tim), Qodry A. Azizsy (Irjen Departemen Agama sebagai Sekretaris Tim), Syukri Zarkasy (Anggota), Dienne Hardiati Moehario (Irjen Deplu selaku anggota), H. Mubarak (Ketua Persaudaraan Haji Indonesia selaku anggota), serta Chwan Syam (Sekjen MUI, anggota).

Saat menerima Tim Investigasi, Presiden antara lain didampingi Menag Maftuh Basyuni, Menlu Hassan Wirajuda, Seskab Sudi Silalahi, dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.

Andi A. Mallarangeng kepada wartawan seusai pertemuan Presiden dengan anggota tim mengatakan, Presiden menerima tim investigasi antara lain untuk membahas masalah pengurusan makanan di Arab Saudi, khususnya di Arafah dan Mina. "Presiden berharap agar tim ini bisa bekerja secara independen, sehingga bisa memberikan masukan laporan kepada presiden mengenai apa yang terjadi. Karena itu, Presiden juga minta agar semua pihak bisa bekerja sama dengan baik dengan tim ini, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi," jelas Andi yang didampingi oleh Menag dan 6 orang anggota tim investigasi kepada para wartawan.

Menag Maftuh Basyuni menjelaskan alasan mengapa perusahaan catering ANA yang dipilih untuk para jemaah haji, antara lain karena perusahaan catering sebelumnya memberikan pelayanan yang kurang baik, mutu makanan yang kurang memuaskan, serta memberikan perlakukan yang tidak menyenangkan.

Sementara Ketua Tim, Tholchah Hasan mengatakan, "Kami hanya menyampaikan beberapa hal temuan - temuan, tetapi tentu saja kami akan berusaha untuk memberikan beberapa saran berdasarkan temuan - temuan yang kami peroleh," kata Tholchah, mantan Menag, yang akan berangkat menuju Arab Saudi pada hari Senin mendatang. Menurutnya, tim ini mendapatkan kelonggaran dalam bekerja, sehingga laporan dapat diberikan secara jernih dan obyektif dalam tiga minggu sampai satu bulan. Ia berharap bahwa apa yang menjadi hasil dari tim investigasi ini dapat dijadikan bahan selanjutnya dalam upaya perbaikan penyelenggaraan haji.

Kepada wartawan, Andi Mallarangeng menyampaikan harapan - harapan dari Presiden. "Presiden berharap supaya tim ini segera bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan laporannya kepada Presiden. Apabila berdasarkan laporan itu ditemukan ada penyimpangan - penyimpangan atau kelalaian - kelalaian yang perlu ditindak, maka akan ditindak sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Andi Mallarangeng. (mit)