Senin, 8 Januari 2007, 17:23:41 WIB
Presiden Usai Ratas di Deptan:
Tahun 2007, Produksi Beras 2 Juta Ton
Presiden SBY didampingi Mentan Anton Apriyantono, memperhatikan bibit padi unggul usai Ratas di Deptan, Senin (8/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Pemerintah pusat bersama-sama pemerintah daerah dan komunitas petani, pada tahun 2007 ini ingin benar-benar meningkatkan produksi beras dengan sasaran minimal 2 juta ton beras secara nasional. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (8/1) sore, di Gedung Pertanian, Departemen Pertanian, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, usai memimpin rapat kabinet terbatas.
Dalam ratas tersebut hadir juga Wakil Presiden Jusuf Kalla serta tiga Menteri Koordinator, masing-masing Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, dan Menko Perekonomian Boediono. Hadir pula tuan rumah Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Mendagri M.Maruf, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menkeu Sri Mulyani, Menteri BUMN Sugiharto, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menneg Riset & BPPT Kusmayanto Kadiman, Seskab Sudi Silalahi, Meneg Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta serta Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Gubernur Sulawesi Selatan Amin Syam dan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad. Hadir pula Ketua HKTI Prabowo Subianto dan Jubir Presiden A.Mallarangeng.
Menurut Presiden SBY, target 2 juta ton beras secara nasional tahun ini jadi sasaran karena pengalaman tahun-tahun terakhir terjadi ketidakseimbangan antara
supply dan
demand. "Faktor musim yang sering berpengaruh terhadap hasil panen dan produksi tiap tahunnya, serta dapat dikembangkannya bibit dan pupuk yang apabila digunakan dengan benar apa yang kita uji dan lakukan penelitian, diharapkan dapat benar-benar meningkatkan produksi,” katanya.
Peningkatan produksi ini, kata Presiden, disertai dengan penyediaan anggaran, disertai pula pemberian target bagi provinsi-provinsi yang selama ini surplus hasil panen padinya, serta program yang menyeluruh yang juga nanti dilakukan jajaran Departemen Pertanian di seluruh Indonesia. Pada ratas ini, lanjutnya, "Saya juga menanyakan persiapan para gubernur yang hadir hari ini, yang menurut kalkulasi harapan kita 2 juta ton itu dapat dicapai, dengan upaya di daerah-daerah lain melalui intensifikasi yang kita lakukan dengan menggunakan bibit dan pupuk yang tepat untuk itu," tambah Presiden.
Presiden berharap agar langkah-langkah ini dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh di seluruh tanah air. "Kita berharap pula agar komunitas petani menjadi bagian dari peningkatan dari produktivitas ini," ujarnya.
Ditambahkan, dalam ratas juga dibahas apa yang menjadi prakiraan global, yaitu kemungkinan datangnya El Nino yang akan membuat kemarau lebih panjang. Karena itu seluruh wilayah Indonesia telah mengantisipasi untuk kemungkinan itu. "Kita berharap program aksi yang kita jalankan tahun ini telah mempertimbangkan aspek cuaca,” tambahnya.
“Program besar ini, harus dijalankan segigih mungkin. Saya mengajak semua pihak untuk mensukseskan ini semua. Dengan demikian isu-isu sosial, isu politik, isu ekonomi yang berkaitan dengan ketahanan pangan ini, dapat kita kelola dengan baik. Karena sesungguhnya kita ingin benar-benar meningkatkan produksi padi kita di seluruh Indonesia. Saya minta setiap bulan para gubernur melaporkan kemajuannya kepada saya dan Wapres. Menteri Pertanian juga akan melakukan hal yang sama, sehingga kalau ada faktor X atau faktor yang diluar asumsi dan perkiraan kita, bisa segera direspon dengan baik,” kata Presiden.
Ditambahkan, dalam rapat terbatas ini juga dibahas bagaimana meletakkan komunitas petani dan kepentingan menjadi bagian upaya peningkatan produktivitas pertanian, sehingga semuanya akan mendapatkan nilai positif dari program yang akan dilaksanakan ini, juga untuk tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan, anggaran untuk program ini akan disiapkan, untuk tahun 2007 sebesar Rp 8,7 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar Rp 2,5 triliun dari tahun sebelumnya, yang besarnya Rp 6,2 triliun. Mentan menjelaskan, Rp 1 triliun dari anggaran 2007 dari sebesar Rp 8,7 triliun itu akan digunakan untuk mensubsidi benih, yang rencananya akan disebarkan pada lahan 6 juta hektar. Kemudian Rp 745 milliar akan digunakan sebagai jaminan kredit untuk petani, terutama petani kecil, dan Rp 500 milliar untuk subsidi bunga dari pinjaman kredit itu, dan sisanya untuk peningkatan penyuluhan, kata Mentan. (nnf/win)