Berita Utama

SBY Terima Utusan Khusus Presiden Suriah

Indonesia - Suriah Tingkatkan Kerjasama Bilateral

Presiden SBY menerima Utusan Khusus/Wakil Menlu Suriah,  Fayssal Mekdad, di Kantor Kepresidenan, Selasa (9/1) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menerima Utusan Khusus/Wakil Menlu Suriah, Fayssal Mekdad, di Kantor Kepresidenan, Selasa (9/1) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Indonesia dan Suriah sepakat untuk meningkatkan kerjasama bilateral antara kedua negara. Demikian dikatakan Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal kepada wartawan, usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Fayssal Mekdad, yang menjadi Utusan Khusus Presiden Suriah. Saat menerima Fayssal Mekdad yang datang bersama Dubes Suriah untuk Indonesia Mohammad Darwish Baladi, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Pertemuan berlangsung di Kantor Presiden, Selasa (9/1).

Utusan Khusus Presiden Suriah ini, kata Dino, menyampaikan surat dari Presiden Suriah Bashar Al-Assad kepada Presiden SBY yang langsung dibaca oleh Presiden SBY dan diberikan tanggapan. “Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai mengembangkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Suriah yang selama ini berjalan dengan baik. Kedua, menyangkut perkembangan terakhir situasi di Timur Tengah terutama di Palestina, konflik di Iran, dan situasi di Lebanon,“ kata Dino. Satu hal lagi, tambah Dino, adalah mengenai perlunya kerjasama antar pemikir-pemikir Islam kedua negara, karena Indonesia dan Suriah sama-sama mengembangkan Islam moderat.

Fayssal Mekdad kepada wartawan menjelaskan bahwa dirinya menyampaikan surat dari Presiden Suriah kepada Presiden SBY. “Dalam surat tersebut antara lain dinyatakan bahwa kerjasama yang telah terjalin baik antara Indonesia dan Suriah, dan menjabarkan perkembangan situasi terakhir di Palestina dan Lebanon serta kondisi secara keseluruhan di Irak,“ kata Mekdad.

Menurut Mekdad, kunjungannya ini untuk menegaskan kembali kesepakatan secara keseluruhan antara Indonesia dan Suriah yang digarisbawahi untuk meningkatkan kerjasama yang selama ini telah terjalin baik, serta potensi-potensi lain yang bisa meningkatkan hubungan kerjasama kedua pihak dalam segala aspek, seperti ekonomi, politik, dan budaya terkait dengan kondisi gejolak di Timur Tengah.

“Kita harus mendukung Islam moderat untuk meningkatkan kerjasama dalam memerangi teroris internasional, untuk mengkoordinasikan pemikiran-pemikiran kita dan bekerja bersama-sama untuk meningkatkan ide-ide bersama dan untuk mengembangkan hal-hal baru di Timur Tengah maupun di seluruh dunia,“ Mekdad menambahkan. (nnf)